Poin Penting
- Kredit Pintar mengedukasi ibu-ibu di Subang lewat Kelas Pintar Bersama agar lebih bijak memahami pinjaman dan mengelola keuangan keluarga
- Literasi difokuskan pada pemahaman risiko, kemampuan bayar, dan perencanaan keuangan agar terhindar dari beban utang berlebih
- Sejak 2022, program menjangkau 3.270 peserta di 44 kota; total penyaluran pinjaman sejak 2017 mencapai Rp61,4 triliun.
Jakarta – Platform pinjaman daring (pindar) Kredit Pintar mengajak para ibu untuk lebih memahami jenis pinjaman dan bijak kelola keuangan. Upaya meningkatkan literasi keuangan ini dikemas dalam program Kelas Pintar Bersama “Menjadi Ibu Cerdas #TemanAturUang” di Subang, Jawa Barat, Sabtu, 14 Februari 2026, kemarin.
Kaum ibu disasar karena mereka diharapkan bisa menjadi pengambil keputusan keuangan yang cermat, sekaligus pelindung stabilitas ekonomi rumah tangga. Mengelola keuangan keluarga bukan hanya soal mencatat pemasukan dan pengeluaran. Tapi bagaimana menciptakan rasa aman dan tenang di rumah.
Di Kelas Pintar Bersama kali ini, para ibu diajak memahami pentingnya mengenali jenis pinjaman dan mengelola uang secara bijak demi keuangan keluarga yang lebih terencana. Apalagi di era kemudahan akses layanan keuangan seperti saat ini, literasi menjadi benteng utama agar keluarga tetap berada di jalur finansial yang sehat.
Menurut Puji Sukaryadi, Head of Brand & Communication Kredit Pintar, edukasi bukan sudah menjadi kebutuhan. Pemahaman mengenai jenis pinjaman, risiko, serta kemampuan membayar menjadi bekal penting agar keluarga terhindar dari beban finansial yang berlebihan. Maka itu, Kredit Pintar terus mendorong inklusi keuangan yang aman dan bertanggung jawab.
Baca juga: Cara Bank Sampoerna Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan
“Melalui sesi edukatif dan diskusi interaktif, peserta diajak memahami pentingnya membuat perencanaan keuangan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memilih produk pinjaman sesuai kemampuan finansial,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu, 15 Februari 2026.
Dengan pemahaman keuangan yang baik, lanjut Puji, masyarakat diharapkan tidak mudah tertipu oleh pihak tidak bertanggung jawab. Mereka juga mampu meminjam sesuai kapasitas, serta menjaga kondisi keuangan tetap sehat tanpa beban berlebih.
Pada kesempatan sama, Dadang Ketua RW 03 Wantilan Cipendeuy, Subang, sebagai tuan rumah kegiatan, menyampaikan, edukasi literasi keuangan seperti ini sangat bermanfaat, khususnya bagi para ibu sebagai pengelola keuangan keluarga.
“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat lebih bijak dalam mengatur keuangan dan mengambil keputusan terkait pinjaman,” tutur Dadang.
Sebagai informasi, Kelas Pintar Bersama menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kredit Pintar mendukung terciptanya inklusi keuangan yang bertanggung jawab. Kredit Pintar terus berupaya menghadirkan edukasi yang mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Terhitung sejak tahun 2022 hingga Februari 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 3.270 anggota masyarakat di 44 kota yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali, dan Kalimantan.
Baca juga: Jurus Baru Easycash, AFTECH, dan IARFC Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Generasi Muda
Di samping itu, Kredit Pintar juga mendukung tata kelola keuangan yang sehat juga tercermin dari kontribusinya terhadap negara. Pada acara Tax Gathering yang diselenggarakan baru-baru ini oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan II di RA Suites, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jaksel II, Kredit Pintar menjadi salah satu dari 20 perusahaan pembayar pajak terbesar tahun 2025.
Dari sisi pembiayaan, sepanjang 2025, Kredit Pintar tercatat menyalurkan pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun. Jika dihitung secara akumulasi sejak berdiri pada 2017, total pinjaman yang telah disalurkan platform ini mencapai lebih dari Rp61,4 triliun. (*) Ari Astriawan










