Poin Penting
- IHSG menguat 3,49% (9–13 Feb 2026) ke 8.212,27; kapitalisasi pasar BEI naik 3,83% jadi Rp14.889 triliun.
- Lima saham pendorong utama IHSG: DSSA (+31,68 poin), BMRS (+20,16), BUMI (+17,13), BRPT (+11,76), dan MORA (+10,93).
- Aktivitas perdagangan naik (volume +4,73%; frekuensi +0,37%), tetapi nilai transaksi turun 6,27%; investor asing masih net sell Rp16,49 triliun YtD 2026.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini 9-13 Februari 2026 mengalami penguatan sebesar 3,49 persen sehingga ditutup pada level 8.212,27 dari posisi 7.935,26 pada pekan lalu.
Berdasarkan hal itu, kapitalisasi pasar BEI turut mengalami kenaikan sebesar 3,83 persen menjadi Rp14.889 triliun dari Rp14.341 triliun pada sepekan sebelumnya.
Baca juga: IHSG Sepekan Menguat 3,49 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI jadi Rp14.889 T
Dengan pergerakan tersebut, BEI telah merangkum lima saham yang menjadi top leaders atau saham yang mendorong penguatan gerak IHSG pada pekan ini, antara lain:
- PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) memberikan 31,68 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 10,48 persen
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS) menyumbang 20,16 poin ke IHSG, dengan kenaikan harga saham 14,29 persen
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memberikan 17,13 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 29,2 persen
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyumbang kenaikan IHSG 11,76 poin, dengan harga saham yang menguat 10,54 persen
- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) memberikan 10,93 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 23,87 persen.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Melemah ke Level 8.218
Lalu, peningkatan tertinggi terjadi pada volume transaksi harian Bursa pada pekan ini, yaitu sebesar 4,73 persen menjadi 45,24 miliar lembar saham dari 43,20 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Lebih lanjut, rata-rata frekuensi transaksi harian turut meningkat sebesar 0,37 persen menjadi 2,74 juta kali transaksi dari 2,73 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Namun, rata-rata nilai transaksi harian BEI mengalami perubahan sebesar 6,27 persen menjadi Rp23,20 triliun dari Rp24,75 triliun pada pekan sebelumnya.
Adapun investor asing Jumat lalu (13/2) mencatatkan nilai jual bersih Rp2,03 triliun dan sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp16,49 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra










