Poin Penting
- FertInnovation Challenge 2025 diikuti lebih dari 1.620 inovator lintas latar belakang sebagai upaya Pupuk Indonesia memperkuat kemandirian pangan nasional.
- Empat kategori strategis inovasi mencakup pertanian presisi, pupuk berkelanjutan, rantai pasok berbasis AI, serta proses dan fasilitas produksi.
- Peluang inkubasi hingga Rp2 miliar dibuka bagi ide terpilih agar dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri dan pertanian nasional.
Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem inovasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025. Ajang ini menjadi wujud nyata upaya perusahaan mendorong kolaborasi ribuan inovator untuk mendukung kemandirian pangan nasional.
Lebih dari 1.620 inovator dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, peneliti, profesional, hingga startup, ambil bagian dalam kompetisi inovasi tersebut.
Peserta berasal dari beragam institusi, baik dalam maupun luar negeri, mencerminkan besarnya antusiasme terhadap agenda inovasi pertanian berkelanjutan.
Baca juga: Transparansi dan Inovasi Komunikasi Jadi Kunci BRI Insurance Jaga Kepercayaan Publik
Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, menegaskan bahwa FertInnovation Challenge dirancang sebagai instrumen strategis perusahaan untuk menjawab tantangan sektor pertanian dan industri pupuk nasional.
“FertInnovation Challenge bukan sekadar kompetisi inovasi, tetapi sebagai instrumen strategis perusahaan untuk membangun pipeline riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan sektor pertanian dan industri pupuk nasional,” ujar Jamsaton dalam Awarding Ceremony FertInnovation Challenge 2025 di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
“Ajang ini sejalan dengan komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” sambungnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI). Platform dua tahunan ini dimanfaatkan sebagai ruang terbuka (open innovation) untuk menyerap gagasan transformatif dari inovator eksternal, sekaligus menjawab tantangan keberlanjutan dan agenda besar kemandirian pangan Indonesia.
Empat Kategori Strategis Inovasi Pertanian
FertInnovation Challenge 2025 mengusung tema “Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency”.
Tema tersebut, kata Jamsaton, tecermin dalam empat kategori strategis yang mencakup seluruh rantai nilai pertanian dan industri pupuk, yaitu Precision Agriculture & Digital Farming, Climate Resilience & Sustainable Fertilizer, AI-Driven Agri Supply Chain, serta Process & Plant Engineering.
“Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi dari hulu hingga hilir mulai dari teknis budidaya tanaman presisi, sistem distribusi dan rantai pasok pupuk, keberlanjutan lingkungan, hingga keandalan proses dan fasilitas produksi,” terangnya.
Baca juga: Bos Pupuk Indonesia Ungkap Kunci Keberhasilan Tingkatkan Produktivitas
Adapun seluruh karya inovasi yang masuk, lanjut Jamsaton, telah melalui proses seleksi bertahap, mulai dari screening administratif hingga final pitching.
Para pemenang, bebernya, memperoleh apresiasi berupa hadiah dengan total miliaran rupiah, di mana juara pertama setiap kategori mendapatkan Rp30 juta, juara kedua Rp20 juta, dan juara ketiga Rp10 juta.
Peluang Inkubasi hingga Rp2 Miliar
Selain penghargaan, Jamsaton memaparkan, FertInnovation Challenge 2025 juga membuka peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan.
“Ide-ide terpilih berkesempatan dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri dengan dukungan pendanaan hingga Rp2 miliar,” paparnya.
Ia pun menilai, ajang tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan industri, akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan dalam satu ekosistem inovasi terintegrasi.
“Kami percaya bahwa inovasi yang lahir dari FertInnovation akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, ketahanan sistem distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional,” tandasnya.
Baca juga: Rosan: Pemerintah Kaji Menyeluruh Pengalihan PT Agincourt Resources
Ia juga menegaskan, penyelenggaraan FertInnovation Challenge semakin memperkuat peran Pupuk Indonesia sebagai innovation enabler di sektor agribisnis. Melalui pendekatan open innovation, perusahaan mendorong percepatan hilirisasi riset untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
“Kami berharap upaya dan kolaborasi yang kita bangun melalui FertInnovation ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Pupuk Indonesia yang semakin inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan bangsa,” tutup Rahmad. (*)










