Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (11/2) pukul 09:00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,39 persen ke posisi 8.163,69 dari level 8.131,73.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 516,69 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 52 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp328,39 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 84 saham terkoreksi, 358 saham menguat dan 206 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Asing Net Sell Rp599,51 Miliar, Saham BBCA, BBRI hingga BUMI Paling Banyak Dilego
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diperkirakan akan bergerak variatif cenderung menguat.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.970-8.050 dan resistance 8.215-8.295,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 11 Februari 2026.
Analis CGS menilai, berlanjutnya kenaikan harga timah dan nikel berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.
Di sisi lain, melemahnya mayoritas indeks di bursa Wall Street dan berlanjutnya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Selain itu, investor juga akan mencermati data pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang menurut konsensus akan tumbuh 5,10 persen year on year (yoy) atau 5,05 persen yoy.
Baca juga: Pandu Sjahrir: Danantara Setiap Hari Borong Saham, Fokus Emiten Fundamental Solid
Rekomendasi Saham
Sementara pada perdagangan saham hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Timah Tbk (TINS), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Ada juga saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (*)
Editor: Galih Pratama










