IHSG Hari Ini Bakal Menguji Level 8.000, Berikut Sentimen Penggeraknya

IHSG Hari Ini Bakal Menguji Level 8.000, Berikut Sentimen Penggeraknya

Poin Penting

  • Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG hari ini (6/2) secara teknikal akan menguji level support di 8.000, setelah sebelumnya ditutup melemah 0,53 persen ke 8.103,88
  • Secara domestik, pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 tumbuh 5,39 persen yoy (di atas estimasi), namun secara global sentimen negatif datang dari pelemahan bursa Asia dan koreksi harga emas
  • Moody’s menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif (rating tetap Baa2) karena menilai ada penurunan prediktabilitas kebijakan, yang berpotensi menekan pergerakan IHSG.

Jakarta – Manajemen Phintraco Sekuritas memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (6/2) secara teknikal akan menguji level support-nya di 8.000.

“Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level support di 8.000,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 6 Februari 2026.

Diketahui, pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah pada level 8.103,88 atau turun 0,53 persen, setelah sempat bergerak di teritori positif. 

Pelemahan tersebut antara lain dipicu oleh sentimen negatif dari melemahnya indeks di bursa Asia dan koreksi harga emas, meskipun data pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 di atas perkiraan. 

Baca juga: Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Sementara pada pergerakan pasar saham hari ini akan dipengaruhi beberapa sentimen. Salah satunya datang dari data pertumbuhan ekonomi secara tahunan tercatat sebesar 5,39 persen year on year (yoy) di kuartal IV 2025 yang berakselerasi dari 5,04 persen yoy di kuartal III 2025 dan di atas estimasi 5,01 persen yoy. 

Sedangkan, untuk pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,11 persen yoy, di bawah target pemerintah yang sebesar 5,2 persen yoy. Namun, lebih baik dari 5,03 persen yoy pada 2024. 

Sentimen dari global, Moody’s Ratings telah menurunkan outlook peringkat Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil di Kamis (5/2) setelah penutupan bursa. Namun, Moody’s mempertahankan rating Indonesia di level Baa2. 

Baca juga: OJK Siap Buka Data, Dukung Aparat Hukum Usut Dugaan Saham Gorengan

Moody’s menilai bahwa perubahan outlook didasari pada penurunan tingkat prediktabilitas dalam perumusan kebijakan, yang berisiko melemahkan efektivitas kebijakan dalam mengindikasikan pelemahan tata kelola. 

Hal tersebut berpotensi menjadi sentimen negatif pada perdagangan IHSG hari ini. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62