Poin Penting
- Kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh 4,88% sepanjang 2025, di tengah perlambatan kredit UMKM industri perbankan nasional, menopang 1,3 juta pelaku UMKM.
- Kinerja solid didukung likuiditas dan pendanaan kuat, dengan total kredit naik 13,4% yoy, DPK tumbuh 23,9%, serta CASA meningkat 12,6%.
- Kualitas aset terjaga dengan NPL gross 0,96%, menopang laba Bank Mandiri Rp56,3 triliun dan memperkuat fondasi pertumbuhan berkelanjutan.
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar 4,88 persen secara tahunan sepanjang 2025. Capaian ini diraih di tengah perlambatan pertumbuhan kredit UMKM industri perbankan nasional.
Kinerja tersebut menegaskan peran Bank Mandiri dalam mendukung sekitar 1,3 juta pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan mengatakan, pertumbuhan kredit yang tetap terjaga tersebut mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan.
“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” ujar Riduan dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri 2025, Kamis, 5 Februari 2026.
Baca juga: Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025
Kinerja pembiayaan UMKM tersebut sejalan dengan pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara keseluruhan yang mencapai 13,4 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp1.895 triliun hingga akhir 2025. Pertumbuhan ini didukung kondisi likuiditas yang solid, tercermin dari dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 23,9 persen yoy menjadi Rp2.105,8 triliun.
Struktur pendanaan juga tetap sehat dengan dana murah (CASA) meningkat 12,6 persen yoy menjadi Rp1.431,4 triliun, sehingga memberikan ruang bagi bank untuk menjaga ekspansi pembiayaan secara berkelanjutan.
“Pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri yang semakin terintegrasi, didukung sinergi yang terintegrasi antar kanal digital dan transaksi nasabah yang mampu mengakselerasi penghimpunan dana murah sebagai basis pendanaan yang unggul dan berkelanjutan,” tandas Riduan.
Kualitas Aset Terjaga, Laba Tumbuh
Dari sisi kualitas aset, Bank Mandiri mampu menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross di level 0,96 persen, berada di bawah rata-rata industri. Disiplin manajemen risiko ini menopang kinerja laba perseroan yang mencapai Rp56,3 triliun sepanjang 2025.
Baca juga: Bank Mandiri Targetkan Kredit 2026 Tetap di Atas Rata-Rata Industri
Riduan menegaskan, ke depan Bank Mandiri akan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kehati-hatian, terutama dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang memiliki resiliensi tinggi.
“Pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas Bank Mandiri kami jaga secara disiplin dan terukur sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang. Dengan struktur pendanaan yang sehat, kualitas pembiayaan yang terjaga, serta diversifikasi sumber pendapatan yang terus diperkuat, Bank Mandiri berada pada posisi yang solid untuk melanjutkan peran intermediasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Tanah Air,” papar Riduan. (*)
Editor: Yulian Saputra










