Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,17% ke level Rp16.805 per dolar AS pada perdagangan Kamis (5/2/2026).
- Penguatan dolar AS akibat data ISM Jasa AS yang lebih kuat dari perkiraan menekan pergerakan rupiah.
- Pelemahan rupiah diperkirakan terbatas, karena investor wait and see menantikan rilis data PDB Indonesia kuartal IV 2025, dengan kisaran Rp16.700–Rp16.850 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan Kamis (5/2/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.805 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,17 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.777 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS seiring rilis data ISM Jasa Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat oleh data ISM jasa yang lebih kuat,” kata Lukman, Kamis, 5 Februari 2026.
Baca juga: Rupiah Hari Ini (4/2) Dibuka Melemah ke Level Rp16.762 per USD
Meski demikian, Lukman memperkirakan pelemahan rupiah akan bersifat terbatas karena investor masih bersikap wait and see menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2025.
“Namun perlemahan akan terbatas, investor wait and see menantikan data PDB kuartal IV Indonesia siang ini,” imbuhnya.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.153 Jelang Rilis Data BPS
Lebih lanjut, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp16.700–Rp16.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS hari ini,” ujar Lukman. (*)
Editor: Yulian Saputra










