Poin Penting
- Pemerintah siapkan diskon transportasi dan tarif tol jelang Lebaran 2026 untuk dukung daya beli dan mudik.
- Bansos beras dan minyak goreng disalurkan sebagai penopang konsumsi masyarakat.
- Inflasi dan distribusi pangan dijaga, termasuk penguatan logistik antarwilayah.
Jakarta – Pemerintah kembali menyiapkan program diskon tiket transportasi dan tarif jalan tol menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 guna menjaga daya beli masyarakat dan kelancaran mobilitas mudik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, insentif tersebut mencakup berbagai moda transportasi, mulai dari pesawat, kereta api, angkutan laut, hingga angkutan darat, termasuk jalan tol.
“Untuk menjelang Hari Raya Lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan, termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
Baca juga: Waskita Karya Rampungkan Transaksi Divestasi Saham Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Segini Nilainya
Selain diskon transportasi, pemerintah juga menyiapkan bantuan sosial (bansos) berupa beras dan minyak goreng bagi masyarakat.
“Demikian pula untuk bantuan sosial, baik itu beras maupun minyak kita senang siapkan juga,” ungkap Airlangga.
Pemerintah Jaga Inflasi dan Stabilitas Pangan
Airlangga menegaskan, pemerintah akan terus menjaga inflasi sesuai target APBN, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen. Inflasi volatile food (komponen bergejolak) menjadi perhatian utama, khususnya komoditas pangan agar tetap berada di kisaran 3-5 persen.
“Kita mendorong agar koordinasi antardaerah dan pusat terus dijaga, terutama untuk pengadaan pasokan pangan antar waktu dan antar wilayah, dan peningkatan produktivitas dan pembiayaan, sekaligus juga kelancaran logistik untuk beberapa komunitas seperti bawang merah, bawang putih, dan juga tentu yang penting mengenai beras,” jelasnya.
Baca juga: Pemerintah Diskon Tarif Tol hingga Tiket Pesawat untuk Libur Nataru, Ini Daftar Lengkapnya
Kemudian, tambah Airlangga, optimalisasi logistik pangan dilakukan melalui fasilitasi arus distribusi antarwilayah, dari daerah surplus ke wilayah yang membutuhkan, guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kemudian, logistik pangan dengan fasilitasi antarwilayah dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan,” tandasnya.
Selain itu, inflasi administered price (harga yang diatur pemerintah) juga terus dijaga, terutama untuk komoditas bahan pangan strategis. (*)
Editor: Yulian Saputra










