Poin Penting
- BTN menargetkan 20.000-25.000 nasabah baru melalui BTN Expo 2026, dengan fokus akuisisi digital.
- Permintaan KPR tinggi, dengan kontribusi sekitar 10% dari total akad BTN dan mayoritas nasabah berasal dari milenial–Gen Z.
- Digitalisasi lewat Bale Property mendorong KPR online, dengan realisasi pencairan mencapai Rp2,8 triliun dalam setahun.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan akuisisi 20.000-25.000 nasabah baru melalui gelaran BTN Expo 2026. Target tersebut sejalan dengan strategi perseroan memperluas layanan digital serta memperkuat pembiayaan perumahan bagi segmen milenial dan Gen Z.
“Jadi kita berharap dari BTN Expo 2026 ini bisa mencapai kurang lebih 20.000-25.000 user baru melalui program-program yang kita kembangkan,” kata Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menjelaskan, dari sisi pembiayaan, BTN mencatat permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tinggi selama penyelenggaraan BTN Expo 2026.
Setiap hari, akad KPR baru tercatat sekitar 1.000 unit atau menyumbang sekitar 10 persen dari total akad KPR BTN.
Baca juga: Bos BTN: KPP Jadi Solusi untuk Dukung Kepemilikan Rumah Sektor Informal
Dengan durasi pameran selama lima hari, jumlah akad KPR baru diperkirakan mencapai sekitar 500 unit.
Mayoritas pembeli rumah dan nasabah KPR berasal dari segmen milenial dan Gen Z dengan porsi lebih dari 75 persen dari total nasabah baru.
Digitalisasi Jadi Kunci
Perubahan profil nasabah mendorong BTN menyesuaikan strategi bisnis, baik dari sisi proses maupun produk pembiayaan. Salah satunya dengan mengalihkan proses pembelian rumah dari kanal konvensional ke kanal digital.
Baca juga: BTN Mau Dirikan Anak Usaha Asuransi dan Multifinance, Siapkan Dana Segini
Melalui Bale Property, calon pembeli dapat mencari, memilih, hingga mengajukan pembelian rumah secara daring tanpa harus melihat fisik properti secara langsung.
“Jadi kita memiliki Bale Property. Jadi, pembelian rumah itu sekarang bisa online, jadi tidak harus lihat fisik,” jelasnya.
Ia mencatat, digitalisasi tersebut mendorong realisasi pencairan KPR online BTN mencapai Rp2,8 triliun dalam setahun terakhir.
“Jadi lebih dari 10 persen, booking online KPR BTN itu sudah bisa online atau full digital,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra










