Poin Penting
- Harga emas dalam enam tahun terakhir menunjukkan tren menguat, dari kisaran Rp600 ribu per gram pada 2020 hingga menembus Rp3 juta pada awal 2026.
- Pola kenaikan berubah dari stabil (2020-2022) menjadi agresif sejak 2023 akibat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
- Emas semakin diminati sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah inflasi, konflik geopolitik, dan kebijakan moneter global.
Jakarta – Kenaikan harga emas per tahun kerap menjadi perhatian investor. Sebagai aset lindung nilai (safe haven), emas dipilih untuk menjaga nilai kekayaan, terutama saat ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global meningkat.
Dalam enam tahun terakhir, pergerakan harga emas menunjukkan tren menguat.
Baca juga: Tren Kenaikan Harga Emas, Angin Segar bagi Bisnis Pergadaian
Berdasarkan grafik periode 2020 hingga awal 2026, pola kenaikan berubah dari stabil menjadi lonjakan yang lebih agresif.
Pergerakan Harga Emas 6 Tahun Terakhir
Dinukil dari Sahabat Pegadaian, pada awal 2020 harga emas masih berada di kisaran Rp600 ribu-Rp700 ribu per gram.
Sepanjang 2021-2022, harga bergerak naik bertahap hingga mencapai Rp900 ribu-Rp1 juta per gram.
Kenaikan pada fase ini mencerminkan pertumbuhan yang relatif wajar seiring pemulihan ekonomi global pascapandemi Covid-19.
Baca juga: BPKH Akui Masih Hadapi Kendala Investasi Emas dalam Pengelolaan Dana Haji
Memasuki 2023, tren harga emas mulai berubah. Pada awal tahun, harga dibuka di level Rp1.026.000 per gram dan ditutup pada akhir tahun di kisaran Rp1.130.000 per gram.
Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, inflasi, hingga kebijakan moneter global yang mendorong minat investor terhadap emas.
Lonjakan Signifikan Sejak 2024
Tren penguatan semakin terlihat pada 2024. Harga emas tercatat naik sekitar 32-35,2 persen sepanjang tahun dan ditutup di kisaran Rp1.514.000-Rp1.528.000 per gram pada Desember 2024.
Kenaikan tersebut didorong ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya permintaan aset safe haven. Fase ini menandai perubahan tren dengan pergerakan harga yang jauh lebih agresif dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Senin (26/1): Galeri24 dan UBS Stagnan, Antam Meroket Lagi!
Memasuki 2025, harga emas kembali melonjak tajam hingga mendekati Rp2.500.000 per gram, mencerminkan semakin kuatnya peran emas sebagai pelindung nilai.
Harga Emas Tembus Rp3 Juta pada Awal 2026
Tren kenaikan berlanjut hingga awal 2026. Pada perdagangan Selasa, 27 Januari 2026, harga jual emas Galeri24 di Pegadaian tercatat di level Rp2.965.000 per gram, naik Rp40.000 dari harga sebelumnya Rp2.925.000 per gram.
Sementara itu, harga emas UBS juga mencetak rekor baru di level Rp3.018.000 per gram, naik Rp44.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Baca juga: Cek Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Ada yang Tembus Rp3 Juta per Gram
Secara keseluruhan, grafik enam tahun terakhir menunjukkan bahwa kenaikan harga emas per tahun cenderung semakin kuat.
Pergerakan yang semula stabil pada 2020-2022 berubah menjadi tren naik tajam pada 2023-2026, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Pola tersebut menegaskan bahwa emas tetap menjadi aset menarik bagi investor, baik sebagai instrumen lindung nilai maupun investasi jangka panjang di tengah dinamika global. (*)
Editor: Yulian Saputra










