Poin Penting
- IHSG dibuka menguat 0,22 persen ke level 8.971,07 pada awal perdagangan 26 Januari 2026, dengan mayoritas saham bergerak naik (364 menguat, 111 melemah)
- Aktivitas perdagangan mencatat nilai transaksi Rp759,36 miliar dengan volume 920,26 juta saham dan frekuensi 110 ribu kali
- CGS memproyeksikan IHSG bergerak variatif cenderung melemah akibat kehati-hatian investor jelang konsultasi indeks MSCI.
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (26/1) pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka menguat ke posisi 8.971,07 dari level 8.951,01 atau naik 0,22 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 920,26 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 110 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp759,36 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 111 saham terkoreksi, 364 saham menguat, dan 209 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Sepekan Terkoreksi 1,37 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp16.244 Triliun
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diperkirakan akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 8.760-8.855 dan resistance 9.050-9.145,” ucap analis CGS dalam risetnya di Jakarta, 26 Januari 2026.
Analis CGS menilai sikap hati-hati investor menjelang hasil konsultasi indeks global MSCI berpeluang menjadi katalis negatif untuk IHSG.
Sementara, menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street dan berlanjutnya kenaikan harga komoditas seperti minyak mentah, gas, timah, nikel, tembaga, dan emas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Baca juga: IHSG Rawan Terkoreksi, Intip 4 Saham yang Tetap Berpotensi Cuan Hari Ini
Rekomendasi Saham
Sementara pada perdagangan saham hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang patut dilirik investor, di antaranya adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Ada juga saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Mayora Indah Tbk (PWON). (*)
Editor: Galih Pratama










