Poin Penting
- Transjakarta akan meningkatkan pengawasan melalui penambahan petugas di layanan dan pemantauan CCTV guna mencegah tindakan asusila di seluruh koridor.
- Terduga pelaku telah diamankan dan diserahkan ke Polres Metro Jakarta Utara
- Transjakarta menegaskan komitmen zero tolerance terhadap tindakan asusila dan mengajak penumpang aktif melapor melalui petugas.
Jakarta – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) angkat suara perihal tindakan asusila yang terjadi di bus koridor 1A (Balaikota-Pantai Maju), pada Kamis (15/1).
Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan, pihaknya akan meningkatkan pengawasan intensif melalui keberadaan petugas di area layanan hingga pemantauan melalui kamera pengawas (CCTV) untuk mencegah terjadinya perbuatan asusila di semua layanan.
“Seperti awal tahun ini, dengan berbagai pemberitaan terkait sexual harassment dan hal-hal yang terkait service ini menjadi pemantik buat kita memperbaiki layanan,” ujarnya, dalam “Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta”, di Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.
Welfizon bilang, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak terkait penanganan tindakan asusila yang dilakukan oleh pelaku tersebut.
Baca juga: Pemprov DKI Tunda Kenaikan Tarif Transjakarta, Ini Alasannya
“Kami sudah berbicara dengan beberapa stakeholder, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) hingga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, karena biasanya kalau sexual harassment ini korbannya enggan untuk meneruskan secara jalur hukum,” bebernya.
Ia menegaskan, akan terus mengalam kasus satu ini hingga tuntas agar menimbulkan efek jera bagi pelaku.
Diketahui, dalam sebuah video beredar di media sosial Instagram, tampak seseorang yang melakukan masturbasi di bus Transjakarta dengan kondisi penuh penumpang.
Pihak Transjakarta sendiri berhasil mengamankan terduga pelaku tindakan asusila tersebut. Pelaku juga telah diserahkan kepada Polres Metro Jakarta Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, sesuai dengan ketentuan pidana yang berlaku.
Baca juga: Naik Transjakarta Kini Bisa Bayar Pakai Paylater Kredivo
Terpisah, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani mengatakan, langkah ini juga merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk memastikan keamanan di seluruh titik layanan.
“Kami tidak memberikan ruang sedikit pun bagi tindakan asusila di dalam layanan kami. Petugas kami telah dilatih untuk merespons cepat situasi darurat dan saat ini oknum pelaku sudah berada dalam penanganan Polres Metro Jakarta Utara,” ujar Ayu.
Transjakarta, sambung dia, mengapresiasi para penumpang yang telah berani bersuara dan saling menjaga penumpang lain. Sebab, partisipasi aktif penumpang dalam melaporkan tindakan mencurigakan sangat krusial untuk menciptakan ekosistem transportasi yang aman.
Dia pun mengajak seluruh penumpang pelanggan untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk gangguan keamanan dan ketidaknyamanan melalui petugas di lapangan atau call center 1500-102 agar tindakan cepat dapat segera diambil. (*)
Editor: Galih Pratama










