IHSG Pekan Ini Berpotensi Menguat, Investor Cermati Sentimen Berikut

IHSG Pekan Ini Berpotensi Menguat, Investor Cermati Sentimen Berikut

Poin Penting

  • Secara teknikal, indikator MACD dan Stochastic RSI mendukung penguatan IHSG dengan potensi menguji level 9.100–9.200 pada pekan ini
  • Investor menanti RDG BI yang diperkirakan mempertahankan BI Rate di 4,75 persen, serta rilis data pertumbuhan kredit Desember 2025 yang diproyeksi melambat
  • Pelemahan Wall Street, ketidakpastian kebijakan The Fed, isu geopolitik dan tarif AS, serta rilis data ekonomi global menjadi sentimen penting bagi pasar saham.

Jakarta – Manajemen Phintraco Sekuritas memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini secara teknikal akan melanjutkan penguatannya.

“Secara teknikal, indikator MACD dan Stochastic RSI mendukung berlanjutnya penguatan IHSG. Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 9.100-9.200 pada pekan ini,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 19 Januari 2026.

Ada sejumlah sentimen yang bakal memengaruhi pergerakan pasar saham pekan ini. Sentimen dari domestik, misalnya, investor akan menantikan RDG Bank Indonesia (BI) (20-21/1), yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate tetap pada level 4,75 persen karena Rupiah yang masih lemah. 

Baca juga: Indeks INFOBANK15 Menguat 2 Persen Lebih, Hampir Seluruh Saham Hijau

Selain itu, akan dirilis data pertumbuhan kredit bulan Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 7,6 persen year-on-year (yoy) dari 7,74 persen yoy. 

Sementara itu, indeks di bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (16/1) dan pekan lalu yang dipicu oleh sentimen negatif dari ketidakpastian mengenai The Fed dan perkembangan geopolitik. 

Presiden Donald Trump mengisyaratkan akan mempertahankan penasihat ekonomi Kevin Hassett daripada menjadikannya sebagai Chairman the Fed selanjutnya. Ini meningkatkan potensi Gubernur Fed Kevin Warsh menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan Jerome Powell. 

Trump juga akan memberlakukan tarif terhadap delapan anggota NATO sampai tercapai kesepakatan pembelian Greenland (17/1), di mana tarif yang diberlakukan sebesar 10 persen mulai 1 Februari 2026 dan sebesar 25 persen mulai 1 Juni 2026. 

Adapun, NYSE akan tutup pada Senin (19/1) karena libur Martin Luther King Jr Day. Pada pekan ini, investor akan mencermati kelanjutan earning season dan data ekonomi AS, seperti PCE prices dan PDB kuartal III 2025, serta akan dirilis data PMI di Euro Area, Inggris dan Jepang. 

Baca juga: Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Sedangkan dari Asia, investor akan mencermati data PDB kuartal IV 2025 dari Tiongkok dan kebijakan moneter dari Bank of Japan. 

Tiongkok dan Kanada mencapai kesepakatan dagang dengan saling menurunkan tarif untuk beberapa produk  mulai 1 Maret 2026 (16/1). (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62