Poin Penting
- Realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7 persen (yoy) dan melampaui target 101,3 persen.
- Investasi menyerap 2,71 juta tenaga kerja, naik 10,4 persen, dengan PMDN mendominasi 53,4 persen dari total investasi.
- Pemerataan investasi meningkat, dengan porsi luar Jawa lebih besar (51,3 persen) dan sektor logam dasar menjadi kontributor terbesar.
Jakarta – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun. Angka ini tumbuh 12,7 persen secara tahunan (yoy), atau 101,3 persen dari target yang sebesar Rp1.905,6 triliun.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan, investasi yang masuk ke Indonesia tetap terjaga meski dunia diliputi ketidakpastian dan terjadi aksi demonstrasi pada Agustus 2025.
“Investasi yang masuk ke Indonesia ini terjaga, baik dari dalam maupun luar negeri. Terlepas kemarin ada ribut sedikit di Agustus, alhamdulillah kita bisa recover di quarter ke IV,” kata Rosan dalam konferensi pers realisasi investasi, Kamis, 15 Januari 2026.
Baca juga: Geopolitik Memanas, DBS Ungkap 2 Aset Investasi Paling Diuntungkan
Rosan menambahkan, peningkatan investasi turut mendorong penyerapan tenaga kerja nasional. Sepanjang 2025, investasi menyerap 2.710.532 tenaga kerja atau naik 10,4 persen.
“Ini adalah penciptaan lapangan pekerjaan yang tercipta dari total investiasi Rp1.931,2 triliun pada tahun 2025,” tambahnya.
PMDN Dominasi, Didorong Peran Danantara
Berdasarkan komposisi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan porsi 53,4 persen atau Rp1.030,3 triliun. Rosan menilai PMDN akan terus tumbuh lebih cepat ke depan, seiring optimalisasi peran Danantara.
“Karena sekarang kita sudah bisa berinvestasi lebih berjalan lagi, kalau awal di Danantara itu kita menyiapkan orangnya dulu, menyiapkan praturannya, regulasinya PP-nya, sehingga kita baru bisa investasi di Oktober dan kita berinvestasi lebih banyak lagi di tahun 2026, baik di bidang kesehatan, hilirisasi, chemical dan lain-lain,” pungkasnya.
Baca juga: Airlangga Ungkap Tak Ada Penambahan Kuota Subsidi Motor Listrik Tahun Ini
Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi 46,6 persen atau Rp900,9 triliun. Rosan meyakini PMA juga berpotensi meningkat karena dapat berinvestasi melalui Danantara.
Investasi Luar Jawa Lebih Besar dari Jawa
Dari sisi wilayah, pemerataan investasi semakin terlihat. Realisasi investasi di luar Jawa pada 2025 mencapai Rp991,2 triliun atau 51,3 persen dari total, sedangkan Jawa mencatat Rp940 triliun atau 48,7 persen.
Adapun lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar sepanjang 2025 yaitu Jawa Barat Rp296,6 triliun, DKI Jakarta Rp270,9 triliun, Jawa Timur Rp145,1 triliun, Banten Rp130,2 triliun, dan Sulawesi Tengah Rp127,2 triliun.
Baca juga: Asing Net Buy Rp1,09 Triliun, Ini 5 Saham yang Paling Banyak Diborong
Industri Logam Jadi Sektor Terbesar
Sementara, berdasarkan sektor, lima subsektor dengan realisasi investasi terbesar adalah industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp262 triliun.
Selanjutnya, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi Rp211 triliun, pertambangan Rp199,6 triliun, jasa lainnya Rp170,5 triliun, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp140,4 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra










