IHSG Dibuka Menguat 0,46 Persen ke Level 9.074

IHSG Dibuka Menguat 0,46 Persen ke Level 9.074

Poin Penting

  • IHSG dibuka menguat 0,46 persen ke level 9.074,10 pada perdagangan 15 Januari 2026, dengan mayoritas saham menguat dan nilai transaksi mencapai Rp759,65 miliar.
  • Secara teknikal IHSG masih berpotensi menguat, dengan proyeksi bergerak di kisaran support 8.971 dan resistance 9.083, didukung net buy asing Rp1,1 triliun.
  • Sentimen positif datang dari kenaikan harga komoditas logam, meski dibayangi pelemahan Wall Street akibat kekhawatiran kebijakan suku bunga kartu kredit di AS.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (15/1) lanjut dibuka menguat pada level 9.074,10 dari posisi 9.032,58 atau naik 0,46 persen.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan saham hari ini, sebanyak 1,20 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 97 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp759,65 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 103 saham terkoreksi, 313 saham menguat, dan 241 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati 4 Saham Rekomendasi Analis

Manajemen Reliance Sekuritas Indonesia, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal masih berpotensi untuk bergerak cenderung menguat pada rentang level 8.971-9.083.

“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 8.971 dan resistance pada level 9.083 dengan kecenderungan menguat,” ucap analis Reliance dalam risetnya di Jakarta, 15 Januari 2026.

Diketahui pada perdagangan kemarin (14/1) IHSG ditutup menguat pada level 9.032,58 atau naik 0,94 persen. Penguatan dipimpin oleh saham-saham sektor konsumer siklikal dan infrastruktur. 

Sementara itu, asing membukukan net buy sebesar Rp1,1 triliun di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dibeli seperti ARCI, INCO, ANTM, BREN, dan TLKM. 

Sentimen positif disebabkan naiknya harga komoditas logam dan metal dunia, di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?

Sedangkan, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas melemah. Hal itu disebabkan oleh kekhawatiran atas usulan Presiden AS, Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit.

Keputusan tersebut dari kacamata para eksekutif JPMorgan berpotensi menekan konsumen dan merugikan keuntungan sektor keuangan. (*)

Editor: Galih Pratama

Netizen +62