Peredaran Uang Palsu Pada Ramadhan 2018 Diklaim Menurun
BERBAGAI usaha saat ini hadir di masyarakat, semata-mata tentunya untuk meningkatkan taraf hidup. Namun demikian pada kenyataannya ada saja perusahaan-perusahaan yang menjaring calon investor dengan praktik ilegal.
Salah satu yang bisa digunakan untuk praktik ilegal adalah bisnis pemasaran berjenjang atau multilevel marketing (MLM). Agar tidak tertipu, masyarakat perlu kritis dan melakukan cek dan ricek keabsahan perusahaan dan produk yang ditawarkan.
Berikut delapan hal yang harus masyarakat pastikan sebelum terjun ke bisnis MLM, sebagaimana ditekankan oleh Satuan tugas penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi (Satgas waspada investasi):
1. Apakah legalitas perusahaannya valid? Cek perizinan usaha (SIUPL) & ijin edar produk (BPOM, DEPKES, dsb)
2. Apakah ada produknya?
3. Apakah penekanan pada penjualan produk, bukan pada peringkat?
4. Apakah komisi dibayarkan berdasarkan penjualan produk dan bukan pada uang pendaftaran?
5. Apakah peserta masih bisa menghasilkan uang, jika rekrutmen dihentikan hari ini?
6. Apakah ada kebijakan pengembalian produk yang rasional?
7. Apakah produk memiliki nilai pasar yang wajar?
8. Apakah ada alasan yang menarik untuk membeli?
Menjadi kritis memang salah satu cara paling ampuh untuk terhindar dari segala bentuk penipuan. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More