Ia juga menambahkan, pembangunan perumahan sebenarnya memiliki efek berkelanjutan yang sangat besar bagi perekonomian, dan dapat menjadi peran penting pembangunan ekonomi nasional.
“Sebetulnya kalau mau membuat ekonominya sustainable, sehat dan cukup tinggi, disertai daya beli maka strategi pembangunan perumahan menjadi sangat penting,” tambahnya.
Baca juga: BTN Luncurkan KPR Mikro
Adanya gap kebutuhan pembangunan perumahan sendiri harus dapat segera ditanggulangi. Tercatat setiap tahunnya Indonesia mengalami kekurangan pasokan rumah sekitar 400 ribu unit.
“Gap kebutuhan masyarakat kalau setiap tahun butuh 1 juta dan hanya 60 persen yang bisa dipenuhi, maka ada gap sekitar 400 ribu dan ini juga bisa naik,” tandas Sri Mulyani. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting KPPU menjatuhkan denda total Rp755 miliar kepada penyelenggara pindar atas pelanggaran penetapan bunga.… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More