Ia juga menambahkan, pembangunan perumahan sebenarnya memiliki efek berkelanjutan yang sangat besar bagi perekonomian, dan dapat menjadi peran penting pembangunan ekonomi nasional.
“Sebetulnya kalau mau membuat ekonominya sustainable, sehat dan cukup tinggi, disertai daya beli maka strategi pembangunan perumahan menjadi sangat penting,” tambahnya.
Baca juga: BTN Luncurkan KPR Mikro
Adanya gap kebutuhan pembangunan perumahan sendiri harus dapat segera ditanggulangi. Tercatat setiap tahunnya Indonesia mengalami kekurangan pasokan rumah sekitar 400 ribu unit.
“Gap kebutuhan masyarakat kalau setiap tahun butuh 1 juta dan hanya 60 persen yang bisa dipenuhi, maka ada gap sekitar 400 ribu dan ini juga bisa naik,” tandas Sri Mulyani. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More