Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (9/9) berakhir ditutup pada level 7.702,73 atau melemah 0,25 persen dari level 7.721,84 pada pembukaan perdagangan hari ini.
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 353 saham terkoreksi, 236 saham menguat, dan 211 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 18,61 miliar saham diperdagangkan dengan 1,10 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp10,74 triliun.
Kemudian, seluruh indeks mengalami pergerakan yang melemah, dengan IDX30 turun 0,10 persen menjadi 480,52, LQ45 melemah 0,26 persen menjadi 947,70, Sri-Kehati turun 0,11 persen menjadi 427,49, dan JII turun 0,25 persen menjadi 514,46.
Baca juga: Simak! 10 Saham Top Leaders IHSG dalam Sepekan
Pelemahan tersebut juga diikuti oleh mayoritas sektor di antaranya adalah
sektor kesehatan melemah sebesar 0,97 persen, sektor energi turun 0,62 persen, sektor non-siklikal dan sektor infrastruktur melemah 0,57 persen.
Serta, sektor industrial melemah 0,51 persen, sektor bahan baku tergelincir 0,30 persen, sektor keuangan turun 0,18 persen, sektor teknologi melemah 0,04 persen, dan sektor transportasi melemah 0,01 persen.
Sementara, dua sektor sisanya mengalami penguatan, yakni sektor properti meningkat 1,91 persen dan sektor siklikal menguat sebesar 0,14 persen.
Baca juga: BEI Catat 23 Emiten Antre IPO, 5 di Antaranya Beraset Jumbo
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), PT Voksel Electric Tbk (VOKS), dan PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI).
Sedangkan saham top losers adalah PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA), PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK), dan PT Perma Plasindo Tbk (BINO).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK mencabut izin usaha PT Varia Intra Finance (VIF) melalui SK Anggota Dewan… Read More
Poin Penting Amartha buka peluang IPO di Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari strategi pengembangan… Read More
Poin Penting OJK menilai bank KBMI I (modal inti hingga Rp6 triliun) masih berpeluang memperkuat… Read More
Poin Penting Amartha menyalurkan pembiayaan Rp13,2 triliun pada 2025, tumbuh lebih dari 20% secara tahunan,… Read More
Poin Penting BNI–Siemens Indonesia menjalin kerja sama pembiayaan Rp300 miliar untuk proyek dan modal kerja… Read More
Poin Penting Tensi geopolitik mendorong aliran dana ke USD, membuat rupiah tetap rentan meski sempat… Read More