Poin Penting
- IHSG dibuka naik 0,61 persen ke level 8.361,11 (dari 8.310,22). Sebanyak 333 saham menguat, 69 melemah, dan 246 stagnan dengan nilai transaksi Rp429,35 miliar
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG lanjut menguat di rentang 8.350–8.400, didukung indikator teknikal (Stochastic RSI di pivot dan bertahan di atas MA5)
- Pasar mencermati hasil RDG Bank Indonesia yang diperkirakan menahan BI Rate di 4,75 persen, serta rilis pertumbuhan kredit Januari 2026 yang diproyeksi stabil 9,6 persen yoy.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan pada Kamis, 19 Februari 2026 pukul 09.00 WIB dibuka hijau pada level 8.361,11 dari posisi 8.310,22 atau menguat 0,61 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 721,90 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 61 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp429,35 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 69 saham terkoreksi, 333 saham menguat dan 246 saham tetap tidak berubah.
Analis Phintraco Sekuritas, sebelumnya memprediksi bahwa IHSG pada pekan ini secara teknikal diperkirakan akan bergerak lanjut menguat di rentang level 8.350-8.400.
“Stochastic RSI masih bergerak di area pivot. IHSG juga ditutup di atas level MA5. Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji level 8.350-8.400,” ucap analis Phintraco dalam risetnya di Jakarta, 19 Februari 2026.
Baca juga: IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BUVA, COIN hingga PANI
Sentimen Domestik
Analis Phintraco mengatakan ada sejumlah sentimen yang bakal memengaruhi perdagangan saham hari ini. Dari sentimen domestik, investor akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) hari ini, yang diperkirakan masih akan mempertahankan BI Rate pada level 4,75 persen, Deposit Facility Rate tetap pada 3,75 persen, dan Lending Facility Rate tetap di level 5,5 persen.
Selain itu, sentimen lainnya akan dirilis data pertumbuhan kredit bulan Januari 2026 yang diperkirakan cenderung stabil di level 9,6 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Tidak hanya itu, ekspektasi akan kondisi ekonomi yang masih solid, antisipasi kinerja emiten, dan pembagian dividen menjadi beberapa faktor yang mendukung optimisme tersebut.
Diketahui, IHSG ditutup menguat pada level 8.310,23 atau naik 1,19 persen pada perdagangan kemarin (18/2), didorong oleh optimisme setelah libur panjang.
Baca juga: Kinerja Moncer, Segini Target Harga Saham Bank Mandiri
Semua sektor menguat dengan kenaikan terbesar pada sektor transportasi. Namun rupiah ditutup melemah di level Rp16.885 per USD di pasar spot, seiring dengan penguatan USD.
Adapun, mayoritas indeks di bursa Asia juga ditutup menguat, meskipun terdapat kekhawatiran baru akan dampak sektor AI. Bursa Tiongkok, Hong Kong, Singapura, Taiwan dan Korea Selatan masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek. (*)
Editor: Galih Pratama










