Selain karena melambatnya perekonomian, terang Arif, tidak tercapainya target pendapatan 2016 ini, juga dikarenakan menurunnya harga di sektor batubara. Di tahun ini, kata Arif, Surveyor Indonesia ditargetkan memperoleh pendapatan mencapai Rp1 triliun.
“Secara volume pekerjaan, kami naik dua kali lipat. Namun, karena harga turun, secara revenue-nya tidak terlalu naik signifikan,” jelas dia.
Di tahun ini, jelas Arif, untuk mendukung program pembangunan infrastruktur pemerintah, Surveyor Indonesia juga berperan sebagai pengamat independen dalam proyek pembangunan palapa ring barat. Surveyor Indonesia berharap pada tahun depan, pihaknya juga dapat menjadi pengamat independen pada pembangunan palapa ring timur. (*) Gina Maftuhah
(Baca juga: Investasi IT Mandiri Capai USD120 Juta)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More
Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More
Poin Penting Bank Jambi dan SMF bekerja sama senilai Rp200 miliar untuk memperkuat likuiditas KPR.… Read More
Poin Penting Indonesia dan Korea Selatan meneken kerja sama investasi senilai Rp173 triliun, hasil kunjungan… Read More