Menurutnya, total dana yang tersimpan di perusahaan dana pensiun mencapai Rp217 triliun sampai akhir 2016. Jika 20% dana tersebut masuk ke pasar modal, maka pasar modal yang sekarang akan semakin kebanjiran likuiditas.
Untuk itu, BEI memerlukan banyak jumlah saham baru yang nilainya mencapai Rp100 triliun. Masih menurut Tito, saham-saham baru tersebut bisa didapatkan dari penerbitan saham baru atau dengan cara lainnya. Sampai saat ini, dirinya masih melakukan sosialisasi kepada banyak perusahaan untuk bisa mencari pendanaan dari pasar modal dengan melakukan Initial Public Offering (IPO).
“Jadi, kunci kesuksesan bursa tahun depan adalah kalau bisa ada 40 emiten saham baru yang masuk ke bursa. Kami akan bantu cetak saham tersebut. Karena selain kebutuhan perusahaan dana pensiun yang mencapai Rp54 triliun, perusahaan asuransi juga perlu Rp25 triliun, dan aset manajemen yang memerlukan Rp15 triliun,” tambahnya. (*) Indra Haryono
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More
Poin Penting Amartha Prosper resmi meluncur, tawarkan imbal hasil 6,5–14 persen per tahun dengan konsep… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More