Menurutnya, total dana yang tersimpan di perusahaan dana pensiun mencapai Rp217 triliun sampai akhir 2016. Jika 20% dana tersebut masuk ke pasar modal, maka pasar modal yang sekarang akan semakin kebanjiran likuiditas.
Untuk itu, BEI memerlukan banyak jumlah saham baru yang nilainya mencapai Rp100 triliun. Masih menurut Tito, saham-saham baru tersebut bisa didapatkan dari penerbitan saham baru atau dengan cara lainnya. Sampai saat ini, dirinya masih melakukan sosialisasi kepada banyak perusahaan untuk bisa mencari pendanaan dari pasar modal dengan melakukan Initial Public Offering (IPO).
“Jadi, kunci kesuksesan bursa tahun depan adalah kalau bisa ada 40 emiten saham baru yang masuk ke bursa. Kami akan bantu cetak saham tersebut. Karena selain kebutuhan perusahaan dana pensiun yang mencapai Rp54 triliun, perusahaan asuransi juga perlu Rp25 triliun, dan aset manajemen yang memerlukan Rp15 triliun,” tambahnya. (*) Indra Haryono
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting Pengguna MADINA naik 13% menjadi lebih dari 13.700, dengan frekuensi transaksi mencapai 2… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting PKSS menargetkan pertumbuhan dengan memperluas pasar di luar BRI Group, membidik total 360… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More