Gubernur BI; Ekonomi 2016 lebih tinggi. (Foto: Erman)
Jakarta–Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun depan di kisaran 5,2%-5,6%, lebih baik dibandingkan tahun ini 4,7%-5,1%. perbaikan ekonomi ini akan ditopang oleh permintaan domestik terutama dari sisi investasi mengingat kondisi eksternal belum pulih secara signifikan.
“Kami berkeyakinan prospek ekonomi Indonesia akan kembali membaik dengan ditopang struktur ekonomi yang lebih sehat, seimbang dan berdaya tahan,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo dalam pidatonya di acara “Pertemuan Tahunan Bank Indonesia” di Jakarta, Selasa, 24 November 2015.
BI meyakini proyeksi ekonomi di tahun depan itu mengisyaratkan terjadinya perbaikan ekonomi akan menjadi landasan bagi pertumbuhan ekonomi yang semakin solid pada 2017-2019. BI juga meyakini sinergi kebijakan dalam mempercepat transformasi ekonomi dapat membawa perekonomian tumbuh lebih sehat, berimbang dan inklusif serta menegaskan prospek berkelanjutannya.
BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada periode 2017-2019 akan lebih baik, dan menyebutnya berada dalam lintasan yang meningkat pada kisaran 6-6,5% pada 2019 dengan ditopang oleh inflasi yang terkendali dalam kisaran 3,5+/-1%. (*) Ria Martati
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More