Muliaman mengungkapkan, bahwa sitem SILK telah menggunakan teklonologi mutakir yang dapat menampung ribuan data nasabah agar tidak terjadi kesalahan data.
Baca juga: Turunkan Risiko Kredit, OJK Luncurkan SLIK
“Kita sudah membangun teknologinya dan merapikannya sehingga diharapkan akan menjadi data yang lengkap sehingga menjadi bahan dari OJK, BI dan instansi lain. Dengan menggunakan teknologi mutakhir tentu akan menjadi sistem yang baik untuk menampung kapasistas,” jelas Muliaman
Ia mengungkapkan, sistem SLIK sudah siap beroperasi pada akhir tahun ini dengan secara utuh menggantikan SID yang sebelumnya terdapat di BI. “SLIK ini tahun depan sudah murni beroperasi dan tentu menyempurnakan yang sudah ada menggantikan SID. Dan akan lebih baik, datanya bisa menampung banyak dan sangat dalam ditambah memasukan data lain, air listrik dan sebagainya,” jelas Muliaman. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More