News Update

15 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Sudah Tiba di RI

Jakarta – Sebanyak 15 juta bahan baku vaksin Covid-19 Sinovac telah tiba di Indonesia pada hari ini (12/1) melalui Bandara Soekarno-Hatta yang diangkut menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300.

Kedatangan bahan baku vaksin ini merupakan tahapan ketiga setelah sebelumnya sebanyak 3 juta vaksin asal Sinovac telah tiba di RI dalam dua tahap kedatangan.

Dalam sambutannya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengaku bersyukur atas tibanya bahan baku vaksin covid untuk menambah jumlah pendistribusian vaksin ke masyarakat.

Tak hanya itu, dirinya juga menyampaikan amanat Presiden Jokowi kepada seluruh pihak maupun kepada seluruh Menterinya agar tetap mematuhi protokol kesehatan meski pendistribusian vaksin terus berjalan.

“Bapak Presiden ingatkan para menteri, khususnya ketua satgas penanganan Covid-19 jangan sampai adanya vaksin membuat kita kendor,” kata Doni melalui video conference di Jakarta, Selasa 12 Januari 2021.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa bahan baku tersebut nantinya akan diproses lebih lanjut oleh perusahaan BUMN Bio Farma menjadi vaksin Covid-19 siap pakai.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin usai menghadiri Rapat Terbatas, Senin (11/1), di Kantor Presiden, Jakarta juga mengungkapkan bahwa Pemerintah akan mendapatkan suplai vaksin Covid-19 melalui kerja sama multilateral dengan GAVI (The Global Alliance for Vaccines and Immunisation)

Dalam keterangan persnya, Menkes juga menyampaikan bahwa pendistribusian vaksin Covid19 memerlukan jalur logistik dengan sistem rantai dingin (cold chain) yang memberikan kompleksitas tersendiri. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk bekerjasama dalam proses distribusi tersebut.

“Saya kemungkinan akan butuh bantuan baik dari pemerintah pusat, daerah, atau swasta untuk bisa bahu-membahu membantu kami kalau nanti ternyata ada kesulitan untuk bisa menyalurkan 426 juta vaksin sampai seluruh pelosok Indonesia melalui jalur logistik dingin,” ucap Budi. (*)

Editor: Rezkiana Np


Suheriadi

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

2 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

11 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

11 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

12 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

13 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

13 hours ago