15 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Sudah Tiba di RI

15 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Sudah Tiba di RI

15 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Sudah Tiba di RI
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Sebanyak 15 juta bahan baku vaksin Covid-19 Sinovac telah tiba di Indonesia pada hari ini (12/1) melalui Bandara Soekarno-Hatta yang diangkut menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300.

Kedatangan bahan baku vaksin ini merupakan tahapan ketiga setelah sebelumnya sebanyak 3 juta vaksin asal Sinovac telah tiba di RI dalam dua tahap kedatangan.

Dalam sambutannya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengaku bersyukur atas tibanya bahan baku vaksin covid untuk menambah jumlah pendistribusian vaksin ke masyarakat.

Tak hanya itu, dirinya juga menyampaikan amanat Presiden Jokowi kepada seluruh pihak maupun kepada seluruh Menterinya agar tetap mematuhi protokol kesehatan meski pendistribusian vaksin terus berjalan.

“Bapak Presiden ingatkan para menteri, khususnya ketua satgas penanganan Covid-19 jangan sampai adanya vaksin membuat kita kendor,” kata Doni melalui video conference di Jakarta, Selasa 12 Januari 2021.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa bahan baku tersebut nantinya akan diproses lebih lanjut oleh perusahaan BUMN Bio Farma menjadi vaksin Covid-19 siap pakai.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin usai menghadiri Rapat Terbatas, Senin (11/1), di Kantor Presiden, Jakarta juga mengungkapkan bahwa Pemerintah akan mendapatkan suplai vaksin Covid-19 melalui kerja sama multilateral dengan GAVI (The Global Alliance for Vaccines and Immunisation)

Dalam keterangan persnya, Menkes juga menyampaikan bahwa pendistribusian vaksin Covid19 memerlukan jalur logistik dengan sistem rantai dingin (cold chain) yang memberikan kompleksitas tersendiri. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk bekerjasama dalam proses distribusi tersebut.

“Saya kemungkinan akan butuh bantuan baik dari pemerintah pusat, daerah, atau swasta untuk bisa bahu-membahu membantu kami kalau nanti ternyata ada kesulitan untuk bisa menyalurkan 426 juta vaksin sampai seluruh pelosok Indonesia melalui jalur logistik dingin,” ucap Budi. (*)

Editor: Rezkiana Np


Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]