Berdasarkan data OJK, kata dia, selama ini baru 10% dari total multifinance yang masuk ke pembiayaan investasi dan modal kerja. Maka dari itu, dirinya mengingatkan, agar industri multifinance ini dapat mengembangkan sektor pembiayaannya khususnya pada pembiayaan investasi dan modal kerja sesuai dengan POJK No 29.
“Kalau kita masuk ke pembiyaan investasi dan modal kerja, apalagi kalau masuk sejak dua tahun atau tiga tahun yang lalu, kita pasti punya prospek portfolio yang bagus,” ucap Dumoly.
Oleh sebab itu, dirinya meminta Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) agar dapat mengingatkan pelaku industri multifinance untuk dapat meningkatkan porsi pembiayaannya melalui perluasan pembiayaan ke segmen pembiayaan investasi dan modal kerja. Dengan begitu, maka diharapkan industri multifinance dapat tumbuh berkembang.
(Baca juga : SMF Akan Gandeng APPI Untuk Salurkan KPR)
“Bahwa teman-teman belum mempunyai persepsi yang sama mengenai pembiayaan investasi dan modal kerja. Atau ada yang salah di perusahaan, APPI atau kita yang salah. Jadi pak suwandi (Ketua Umum APPI) saya mohon beritahukan ke teman-teman soal ini. Sampai kapan pun POJK No 29 itu tidak akan bisa jalan tanpa dukungan teman-teman,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More
Poin Penting Bank Jambi dan SMF bekerja sama senilai Rp200 miliar untuk memperkuat likuiditas KPR.… Read More
Poin Penting Indonesia dan Korea Selatan meneken kerja sama investasi senilai Rp173 triliun, hasil kunjungan… Read More
Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More
Poin Penting Budi Herawan kembali terpilih sebagai Ketua AAUI periode 2026–2030 melalui aklamasi, mencerminkan kepercayaan… Read More
Poin Penting DSSA mengintegrasikan bisnis energi berkelanjutan dan infrastruktur digital sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang,… Read More