Poin Penting
Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan melalui sistem Coretax yang disampaikan oleh Wajib Pajak hingga 29 Januari 2026 pukul 18.00 WIB telah mencapai 1.001.002 SPT untuk tahun pajak 2025.
“Pelaporan SPT Tahunan PPh untuk periode sampai dengan 29 Januari 2026 (Tahun Pajak 2025) tercatat 1.001.002 SPT,” kata Rosmauli, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, dalam keterangannya, dikutip, Jumat, 30 Januari 2026.
Rosmauli merinci, total pelaporan SPT Tahunan tersebut terdiri dari wajib pajak orang pribadi karyawan sebanyak 857.168, wajib pajak orang pribadi non-karyawan 103.875, wajib pajak badan dalam rupiah 39.725, dan wajib pajak badan dalam dolar Amerika Serikat (AS) sebanyak 61.
Baca juga: IAI Ungkap Kunci Wujudkan Target Penerimaan Pajak Rp2.357,7 Triliun di 2026
Baca juga: DJP Kantongi Rp25,4 Miliar dari Pengemplang Pajak
Selain itu, pelaporan SPT Tahunan dengan beda tahun buku yang disampaikan mulai 1 Agustus 2025 tercatat sebanyak 165 wajib pajak badan dan 8 wajib pajak badan dalam dolar AS.
Kemudian, DJP juga mencatat jumlah wajib pajak yang telah melakukan aktivasi dan penggunaan akun Coretax hingga 29 Januari 2026 mencapai 12.813.646
“Jumlah wajib pajak yang telah melakukan aktivasi akun Coretax DJP mencapai 12.813.646,” ujarnya.
Rosmauli menyebutkan, jumlah tersebut terdiri dari wajib pajak orang pribadi sebanyak 11.863.809, wajib pajak badan 860.281, wajib pajak instansi pemerintah 89.331, dan wajib pajak Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebanyak 225. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Perpanjangan insentif PPN DTP hingga akhir 2026 berpotensi meningkatkan permintaan properti Penilaian properti… Read More
Poin Penting AAUI menegaskan bencana alam tidak mengganggu stabilitas industri asuransi nasional karena permodalan dan… Read More
Poin Penting COIN meraih penghargaan Best New Listing pada ajang Best Stock Awards 2026 atas… Read More
Poin Penting AAUI menilai rencana akuisisi asuransi oleh BTN sejalan dengan tren konsolidasi industri Masalah… Read More
Poin Penting Pemerintah menegaskan fundamental ekonomi Indonesia kokoh, didukung koordinasi fiskal–moneter yang solid, tercermin dari… Read More
Poin Penting Pemerintah menaikkan batas investasi dana pensiun dan asuransi di pasar modal dari 8… Read More