Malang–Muliaman D. Hadad, Ketua dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis industri keuangan syariah pada tahun 2017 akan terus tumbuh membaik, mengingat prospek pasar keuangan syariah di Indonesia sangat besar.
“Saya sangat mengharapkan tahun 2017 menjadi momentum pertumbuhan keuangan syariah, sejalan dengan perkembangan ekonomi domestik yang cukup solid di tengah dinamika global,” kata Muliaman di Malang, Selasa, 18 April 2017.
Menurutnya, peran sektor jasa keuangan syariah harus semakin dioptimalkan untuk memberikan kontribusi lebih bagi perekonomian, melalui pembukaan akses keuangan ke masyarakat, penyediaan produk dan jasa keuangan sesuai kebutuhan masyarakat dan peningkatan kontribusi terhadap pembiayaan jangka panjang proyek-proyek infrastruktur. (Bersambung ke halamab berikutnya)
“Fenomena kebangkitan ekonomi syariah sangat terasakan belakangan ini di Indonesia, seperti peningkatan kebutuhan untuk makanan halal, busana muslim, kosmetik, obat-obatan, permukiman Islami, dan pariwisata syariah telah tumbuh dengan cepat,” ujar Muliaman
Hal ini terjadi sejalan dengan tumbuhnya kelompok “middle class moeslem” di Indonesia, yang memiliki kemampuan ekonomi yang semakin baik, yang diikuti dengan kesadaran religius yang semakin tinggi, sehingga menciptakan permintaan akan barang dan jasa yang sesuai dengan prinsip syariah.
“Dengan adanya fenomena tersebut dan sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang disertai dengan meningkatnya jumlah penduduk muslim yang tergolong middle class income, Indonesia diyakini akan menjadi pasar yang sangat besar dan lahan yang sangat subur bagi perkembangan ekonomi dan keuangan syariah,” tutup Muliaman. (*)
Editor: Paulus Yoga


