Jakarta – Penurunan angka COVID-19 dan pelonggaran kebijakan perjalanan diperkirakan akan meningkatkan angka masyarakat yang berwisata. Melihat hal tersebut, riset yang dilakukan oleh Zurich Insurance dan Ancileo mengungkapkan, 52% respondennya berencana akan membeli asuransi perjalanan di tahun 2022.
Lalu, Chief Technical Officer Zurich Insurance, Rismauli Silaban (Uli) mengungkapkan, pada Desember 2021 perusahaan mengadakan riset dan mencatat 85% responden berencana untuk mengadakan perjalanan dalam enam bulan mendatang dan 90% responden merencanakan perjalanan domestik. Jenis perjalanan yang diminati pun juga semakin beragam pasca pandemi, seperti petualangan di alam, solo traveling, dan wisata religi.
“Kini tren perjalanan sudah semakin pulih seiring dengan pelonggaran restriksi perjalanan. Apalagi, saat ini kita kian mendekati Hari Raya Idulfitri dimana banyak orang akan mudik ke kampung halaman. Bahkan, banyak pula yang sudah siap liburan karena sebelumnya tertunda oleh pandemi,” jelas Uli pada keterangannya, 26 April 2022.
Lebih jauh di 2020 lalu, Zurich juga melakukan survei untuk melihat perilaku traveler terhadap risiko perjalanan dan kebutuhan asuransinya. Riset ini mengungkap bahwa nasabah lebih memilih produk asuransi yang paling lengkap jaminannya (46,5%) dan yang jaminannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka (46,3%).
Seiring dengan naiknya permintaan dan pemulihan tren perjalanan, Zurich siap menjawab berbagai kebutuhan proteksi perjalanan melalui Zurich Travel Insurance yang menawarkan perlindungan komprehensif dan mudah disesuaikan dengan beragam preferensi atau gaya perjalanan.
Produk ini juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan para wisatawan ketika mereka bepergian. Baik untuk bepergian sendiri atau bersama keluarga, di dalam negeri atau luar negeri, perjalanan bisnis hingga petualangan alam, one-way trip, multi-trip, serta tahunan. Zurich Travel Insurance juga dapat dibeli saat seseorang telah memulai perjalanannya atau berangkat. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More