PT Zurich Asuransi Indonesia/Istimewa
Poin Penting
Jakarta – PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (ZAI) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi nasabah dengan membentuk Medical Advisory Board (MAB) secara mandiri.
Langkah ini dinilai sebagai strategi penting untuk memperkuat tata kelola klaim kesehatan, meningkatkan kendali atas kualitas layanan medis, serta memastikan efisiensi dalam pengelolaan biaya kesehatan yang terus meningkat.
Country Manager Zurich Indonesia, Edhi Tjahja Negara, menyatakan bahwa MAB yang sedang dipersiapkan bukan merupakan konsorsium dengan perusahaan asuransi lain, melainkan dibangun khusus untuk Zurich Indonesia sendiri.
“Kita akan Zurich Group sendiri,” ungkapnya, saat ditemui usai acara Konferensi Pers Zurich Indonesia, Rabu (26/11).
Baca juga: Tiga Lini Bisnis Zurich Indonesia Catatkan Kinerja Positif di Penghujung 2025
Ia menekankan bahwa Zurich Indonesia akan memiliki struktur dan panel ahli medis yang berdiri sendiri agar lebih fokus pada kebutuhan dan karakteristik portofolio nasabah Zurich.
Lebih lanjut, Edhi menjelaskan bahwa Zurich tidak bergerak sendirian dalam membangun struktur tersebut. Perusahaan akan memanfaatkan jejaring dan kemitraan yang dimiliki, termasuk dengan Third Party Administrator (TPA).
“Kita akan sendiri, tapi kita akan me-leverage partner yang kami miliki. Mungkin dari TPA kan ada. Kita akan menggunakan TPA kita untuk membentuk panel management advisory board,” jelasnya.
Pembentukan MAB ini juga menandai keseriusan Zurich Indonesia dalam memperkuat medical governance, terutama di tengah tekanan biaya kesehatan dan peningkatan klaim yang menjadi tantangan utama industri asuransi jiwa dan kesehatan.
Baca juga: Zurich Asia Pasifik Rilis Zurich Edge Assist, Simak Kelebihannya
Dengan panel dokter dan ahli medis yang independen serta terkurasi, Zurich berharap proses penilaian klaim dapat berjalan lebih objektif, cepat, dan berbasis standar medis yang kuat.
Ketika dikonfirmasi apakah MAB tersebut merupakan inisiatif Zurich secara global atau regional, Edhi memastikan bahwa pembentukan panel ahli itu dibuat khusus di tingkat Indonesia.
“Iya, Zurich yang di Indonesia,” tegasnya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More
Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More
Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan batas defisit APBN 3 persen dari PDB tetap dipertahankan.… Read More