Poin Penting
- Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) menghasilkan omzet bisnis pelajar sebesar Rp339 juta pada tahun pertama fase kedua program.
- Program menjangkau siswa di tujuh kota dan melampaui target peserta hingga 164 persen.
- Peserta dibekali keterampilan kewirausahaan, literasi keuangan, serta pengelolaan risiko untuk menghadapi dunia kerja dan bisnis.
Jakarta – Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, dan Prestasi Junior Indonesia berhasil mencetak puluhan wirausaha muda melalui Zurich Entrepreneurship Program (ZEP).
Program tersebut tercatat menghasilkan total omzet bisnis pelajar mencapai Rp339 juta pada tahun pertama fase kedua program tersebut.
Program yang berjalan sejak Juli 2025 tersebut menjangkau siswa di tujuh kota dan melampaui target peserta hingga 164 persen.
Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Edhi Tjahja Negara, mengatakan program tersebut dirancang untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
Baca juga: Mayapada Group Gandeng Raksasa Korea Selatan: Sebuah Simfoni Ekosistem Menuju Kekuatan Baru
“Kami ingin membantu siswa membangun kepercayaan diri, kemampuan membaca peluang, dan pengambilan keputusan finansial yang lebih baik,” ujarnya, dikutip Rabu, 3 Juni 2026.
Bekali Siswa Keterampilan Wirausaha dan Literasi Keuangan
Melalui program tersebut, siswa belajar mengembangkan ide usaha, menyusun rencana bisnis, menjalankan usaha mikro di lingkungan sekolah, serta mengelola keuangan usaha. Mereka juga mendapatkan materi mengenai penganggaran, menabung, investasi, dan pengelolaan risiko keuangan.
Head of Enabling Social Equity Z Zurich Foundation, Adriana Poglia, mengatakan capaian tahun pertama menunjukkan pentingnya kolaborasi antara sektor pendidikan, swasta, pemerintah, dan masyarakat sipil dalam memperluas akses pembelajaran yang relevan bagi generasi muda.
Baca juga: Pasar EV Melejit, Zurich Tancap Gas Garap Asuransi Kendaraan Listrik
Menurut dia, kerja sama berbagai pihak memungkinkan lebih banyak siswa memperoleh kesempatan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi masa depan.
Pembelajaran Praktis Dinilai Lebih Efektif
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, mengatakan semakin banyak sekolah yang mengadopsi pembelajaran berbasis pengalaman karena dinilai mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
“Ketika siswa belajar melalui praktik langsung, mulai dari membangun usaha hingga mengelola keuangan, mereka menjadi lebih terlibat dan memperoleh pengalaman yang relevan untuk masa depan,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


