Keuangan

Zurich Indonesia Catatkan Premi Bruto Rp1,4 Triliun di Semester I 2024

Jakarta – PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (Zurich Indonesia) berhasil mencatatkan premi bruto sebesar Rp1,4 triliun pada semester I 2024.

Wakil Presiden Direktur Zurich Indonesia, Heriyanto A. Putra, menyampaikan bahwa setiap lini bisnis perusahaan menunjukkan kontribusi positif terhadap pertumbuhan premi Zurich Indonesia.

Heriyanto menjelaskan bahwa asuransi kesehatan menjadi lini bisnis yang mengalami pertumbuhan paling signifikan. Pertumbuhan ini didorong oleh kehadiran mitra-mitra baru yang bekerja sama dengan Zurich Indonesia.

Baca juga: Zurich Indonesia Dorong Wirausaha Muda Hasilkan Omzet Ratusan Juta Rupiah

“Saat ini ada kenaikan harga, kami melakukan penyesuaian pada premi, dan para mitra menyetujuinya,” ungkap Heriyanto saat ditemui usai acara PJI Company of the Year Competition 2024 di Jakarta, Sabtu (13/7).

Faktor lain yang berkontribusi pada pertumbuhan premi adalah inflasi medis di Indonesia. Kenaikan biaya obat-obatan dan rawat inap membuat Zurich Indonesia melakukan penyesuaian premi.

Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi juga turut mendorong pertumbuhan premi.

“Kesadaran masyarakat tentang asuransi sudah mulai tumbuh. Masyarakat memahami bahwa asuransi adalah sesuatu yang bisa melindungi mereka dari risiko,” tambah Heriyanto.

Ia menegaskan bahwa Zurich Indonesia akan terus mendorong peningkatan kesadaran ini. Lebih lanjut, Heriyanto menyampaikan bahwa premi dari bisnis baru tumbuh lebih dari 15 persen, dengan asuransi kesehatan sebagai kontributor utama.

Baca juga: Premi Asuransi Tradisional Terus Mengembang, Unit Link Makin “Nyungsep”

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya memiliki perlindungan asuransi kesehatan,” pungkasnya.

Dengan pencapaian ini, Zurich Indonesia optimis dapat terus meningkatkan kinerja dan kontribusinya dalam industri asuransi di Indonesia. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Recent Posts

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

5 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

6 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

7 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

8 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

8 hours ago

Dana THR 2026 Siap Dicairkan, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden

Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More

8 hours ago