Jakarta – Dalam beberapa minggu belakangan, Kabupaten Kudus mendapatkan sorotan karena peningkatan kasus Covid-19 yang tajam. Wiku Adisasmito Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menyebut, peningkatan yang signifikan ini disebabkan oleh Ziarah dan Tradisi Kupatan di wilayah tersebut.
“Dari kunjungan kami, peningkatan ini terjadi akibat dari dampak kegiatan wisata religi berupa ziarah dan tradisi kupatan yang dilakukan oleh warga Kudus 7 hari pasca lebaran,” jelas Wiku pada keterangan persnya di Jakarta.
Untuk mengatasinya, Ketua Satgas Covid-19 menginstruksikan kepada Pemda Kudus untuk segera menambah ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19. 450 personil TNI juga diturunkan untuk memantau pelaksanaan PPKM Mikro di desa dan kelurahan Kudus. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai bantuan bagi kabupaten Kudus.
“Dan saat ini, pemerintah pusat siap memberikan dukungan berupa dana siap pakai kepada pemerintah kabupaten Kudus, berikut bantuan lain seperti tenda isolasi, masker kain, dan hand sanitizer,” ujar Wiku.
Satgas juga meminta agar Pemda Kudus dapat melakukan pembatasan mobilitas secara maksimal dengan senantiasa memantau kondisi masing-masing daerah. Tujuannya agar penularan tidak semakin meluas dan kondisi Kudus bisa segera pulih. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More