Yuk! Konsisten dalam Regulasi Perikanan Indonesia

Yuk! Konsisten dalam Regulasi Perikanan Indonesia

Yuk! Konsisten dalam Regulasi Perikanan Indonesia
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Sekolah Bisnis IPB University (SB-IPB) kembali menyelenggarakan Business Talk Series (BTS) edisi kesepuluh sekaligus acara bedah buku Platform Perikanan Nasional untuk Mencapai SDG’S 14 pada Jumat (25/6). Webinar yang dilaksanakan secara hybrid (online Zoom dan offline di Gedung DPR-RI) ini mengusung tema “Sustainable Fisheries Thru Policy Transformation” dan bekerjasama dengan Sekretariat Jenderal DPR RI.

Selaku penulis buku Dr Nimmi Zulbainarni adalah Dosen SB-IPB yang memiliki expertise Bioeconomic Modelling dan saat ini sedang menjabat Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Kerjasama, Sekolah Bisnis IPB. Nimmi juga menjabat berbagai asosiasi keilmuan seperti; Sekjen Masyarakat Perikanan Nusantara, Ketua Focus Group Pengembangan Ekonomi Maritim DPP ISEI, Anggota Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan serta Tim Ahli Perikanan Pengurus Pusat Inkubasi Bisnis Syariah di MUI.

Penyerahan buku secara simbolis dilakukan oleh Dr Nimmi kepada Surya Wiranto selaku Laksamana Muda TNI (Purn), Dr. Michael Sajangbati, M.Sc, CWM selaku Staf Khusus Walikota Belitung, Dr. T. Ersti Yurika Sari selaku Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji, Eko B. Supriyanto selaku Direktur Utama Info Bank / Komisaris Independen Bank BRI Agro, dan Ichsan Firdaus, S.Pi, M.Si selaku anggota Komisi 4 DPR-RI.

Pelaksanaan bedah buku diisi oleh enam pembahas, yaitu Anggota Komisi 4 DPR RI Ichsan Firdaus, S.Pi. M.Si ,  Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, Sjarief Widjaya menjabat Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan RI, Yeka Hendra Fatika, S.P selaku Anggota Ombudsman RI, Dr. Sri Yanti menjabat Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas, dan Hendra Sugandhi yang merupakan Pelaku Usaha yang dipandu oleh Nelly Marinda seorang Jurnalis sebagai moderator.

Nimmi menyatakan, tekadnya untuk menulis buku tersebut adalah karena kesadaran akan potensi perikanan di Indonesia sehingga membuat dirinya merasa harus menulis buku tersebut. Hal ini juga mendukung pemerintah Indonesia yang telah menandatangani pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG’s) dan berkomitmen akan mendukung penuh agenda pembangunan program nasional dengan mengaitkan isu SDG’s dalam pembangunan nasional.

“Salah satu isu SDG’s untuk pembangunan nasional yakni tujuan nomor 14 (SDG’s 14) terkait konservasi dan pemanfaatan secara berkelanjutan sumberdaya laut, samudera dan maritim untuk pembangunan berkelanjutan,” kata Nimmi melalui keterangan resminya di Jakarta, Jumat 25 Juni 2021.

Pembahas pertama yaitu Ichsan Firdaus menyatakan bahwa platform perikanan nasional memang diperlukan karena melihat adanya inkonsistensi. Ichsan menegaskan bahwa platform ini penting untuk menjaga konsistensi. Ichsan merasa diskusi terkait potensi perikanan sering dilakukan tetapi tidak melihat “the sleeping giant” dibangun secara optimal.

Pernyataan persetujuan juga datang dari Dody Budi Waluyo yang mengatakan bahwa kebijakan untuk tata kelola kemaritiman semakin dibutuhkan sebagai katalis kompleksitas dari hulu ke hilir perikanan nasional. Dody menyatakan bahwa platform yang diusulkan ini bisa menjembatani multi stakeholders dan key players di bidang perikanan supaya tetap dalam koridor SDG Nasional dengan penekanan pada dua kata yaitu ‘progresif’ (memperkuat strategi program, sinkronisasi regulasi, pemerataan akses infrastruktur informasi) dan ‘responsif’ (mengatur hubungan kooperatif antara pemanfaatan hasil riset dan praktek usaha serta manajemen sistem perikanan).

“Semoga platform ini dapat mendukung lahirnya solusi yang konkret dalam membangun birokrasi lebih efektif dan meningkatkan daya saing,” kata Dody.

Acara webinar ditutup dengan closing statement dari Sjarief Widjaya yang mengapresiasi buku tersebut karena sesuai dengan regulasi yang sedang dibangun. “Tata kelola perikanan telah dipersiapkan dengan scientific authority melibatkan berbagai pihak, maka diharapkan akan lebih tepat tinjauannya sehingga dapat meningkatkan ekonomi, inklusif, dan berkelanjutan,” tutup Sjarief. (*)

Editor: Rezkiana Np

Related Posts

No Content Available

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]