News Update

YLKI: Pinjol yang Merugikan Nasabah Perlu Ditindas

Jakarta – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menghimbau masyarakat untuk tetap selalu berhati-hati terhadap Pinjaman Online (Pinjol). Hal ini karena banyak laporan atau aduan yang masuk ke pihak YLKI terkait Pinjol baik legal maupun yang ilegal.

Permasalahannya pun bermacam-macam, mulai dari bunga pinjaman yang melambung tinggi, hingga dipermalukan ke publik oleh Pinjol dengan data disebar karena telat bayar atau bahkan tidak sanggup bayar.

Tulus bahkan mengungkapkan, ada nasabah yang pinjam uang di Pinjol Ilegal, pinjam Rp500 ribu, karena keterlambatan dan tidak mampu bayar, utangnya total jadi mencapai Rp5 juta, bahkan Rp2 juta bisa jadi Rp20 juta.

“Hal ini memperihatinkan, karena literasi dan inklusi keuangan masyarakat kita yang masih rendah. Masyarakat juga tidak tahu, sebenarnya dalam Pinjol yang dijamin ada data pribadi, karena bermodal KTP sudah bisa pinjam uang,” jelas Tulus dalam diskusi Infobanktalk dengan tema “Keberadaan Pinjol Lebih Banyak Manfaat atau Mudharat?”, di Jakarta, Jumat, 3 September 2021.

Tuluspun mengungkapkan, saat ini aduan yang masuk ke YLKI tidak hanya dari Pinjol Ilegal, yang legalpun ada. Dengan komposisi aduan yang masuk ke YLKI sebanyak 30% dari pinjol legal. Sementara 70% dari pinjol ilegal.

Melihat hal tersebut, ini menjadi PR buat Regulator maupun pemerintah untuk menindak atau memberikan sanksi ke setiap Pinjol baik legal maupun ilegal yang benar-benar terbukti merugikan nasabah.

Selain itu, perlu juga bagaimana meningkatkan literasi bagi masyarakat, agar kedepan permasalahan-permasalahan yang muncul saat ini tidak terulang kembali.

“Literasi jadi kunci yang perlu ditingkatkan ke masyarakat agar kedepan masalah-masalah yang saat ini muncul tidak terulang kembali. Pemerintah juga perlu melindungi data nasabah agar tidak bocor dengan payung hukum yang kuat,” terangnya. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Memperkuat Sinergitas Koordinasi Otoritas Moneter dan Otoritas Fiskal

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DARI pemberitaan di… Read More

13 mins ago

Transaksi Digital BSI Naik 24 Persen per Ramadan, Siapkan Likuiditas Rp45 T Jelang Lebaran

Poin Penting Transaksi digital BSI naik 24% secara bulanan selama Ramadan 2026, terutama pada layanan… Read More

17 mins ago

FIF Kantongi Laba Bersih Rp4,63 Triliun di 2025, Tumbuh 4,92 Persen

Poin Penting FIF, anak usaha Astra Financial, mencatat laba bersih Rp4,63 triliun sepanjang 2025, naik… Read More

26 mins ago

OJK Sebut BPR Ramai-Ramai Antre Merger, Ini Tujuannya

Poin Penting OJK menyebut banyak BPR antre merger untuk memenuhi aturan Single Presence Policy (SPP)… Read More

39 mins ago

OJK Imbau Investor Tetap Rasional di Tengah Ketegangan AS-Iran

Poin Penting OJK mengimbau investor ritel tetap rasional, memantau sentimen global, dan menyesuaikan keputusan investasi… Read More

47 mins ago

Driver Gojek Cek Saldo! Pencairan ‘THR’ Sudah Dimulai, Segini Besarannya

Poin Penting GoTo alokasikan Rp100 miliar-Rp110 miliar untuk BHR 2026 bagi sekitar 400.000 mitra Gojek,… Read More

1 hour ago