News Update

YLKI Kecewa, Efektivitas Pengawasan OJK Dipertanyakan

Jakarta – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mempertanyakan efektivitas kinerja dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah 8 tahun berkerja melakukan pengawasan terhadap industri jasa keuangan.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengaku kecewa dengan kinerja OJK terhadap masih banyaknya keluhan dari konsumen industri jasa keuangan yang tidak hanya di asuransi namun juga fintech dan juga perbankan.

“Kalau dikatakan lebih baik dulu (BAPEPAM-LK) atau sekarang memang perlu parameter yang lebih terukur tapi kita sangat kecewa dengan adanya OJK disatu sisi melindungi konsumen nyatanya masih banyak yang kedodoran baik mikro maupun makro misal Jiwasraya. Artinya kita mempertanyakan efektifitas pengawasan dari OJK itu sendiri,” ujar Tulus di Jakarta, Senin 27 Januari 2020.

Bahkan, dirinya menyebut, kurangnya pengawasan OJK terbukti dari indeks keluhan konsumen mengenai jasa keuangan yang menempati urutan pertama dan kedua terbesar. Hal tersebut berbanding jauh bila dibandingkan dengan Hong Kong.

“Perlindungan konsumen jasa keuangan kita bandingkan Hong Kong jauh. Lembaga konsumen Tiongkok bagi jasa keuangan itu rating ke 15, sedangkan di Indonesia data YLKI rating 1 dan 2 artinya ada masalah serius masalah pengawasan,” tambah Tulus.

Ke depannya dirinya berharap, kinerja pengawasan OJK dapat terus ditingkatkan sehingga mengurangi angka keluhan masyarakat terhadap industri jasa keuangan secara keseluruhan. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Kredit Amar Bank Melesat 35 Persen di 2025, Dorong Pertumbuhan Laba

Poin Penting Laba Amar Bank naik 16,1% menjadi Rp249,6 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Kredit tumbuh… Read More

2 hours ago

Pergeseran Gaji PPL ke Bank Himbara, “Membunuh” BPD Secara Sistemik

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank INDONESIA sedang berputar hebat. Dalam politik ekonomi perbankan… Read More

3 hours ago

IHSG Dibuka Melesat 2,49 Persen ke Level 7.144

Poin Penting IHSG dibuka naik 2,49 persen ke level 7.144,38 dari 6.971,02 pada awal perdagangan… Read More

3 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.981 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah menguat 0,72 persen ke Rp16.981 per dolar AS pada pembukaan perdagangan, dari… Read More

3 hours ago

IHSG Berpotensi Kembali Melemah, Ini Sentimen Pemicunya

Poin Penting IHSG diproyeksi masih konsolidasi di kisaran 6.900–7.100, didukung sinyal teknikal (Stochastic RSI mendekati… Read More

3 hours ago

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar JKN, Ini Faktanya

Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More

4 hours ago