Keuangan

YesssCredit Perluas Inklusi Pembiayaan Digital di Kota Kecil dan Berkembang

Poin Penting

  • YesssCredit telah hadir di 30 provinsi dengan 1,65 juta pengguna dan menyalurkan lebih dari Rp788 miliar pembiayaan
  • YessCredit bekerja sama dengan Bank Jago, Superbank, serta 4.000 mitra ritel untuk memperluas akses pembiayaan digital aman dan tepercaya
  • Menawarkan pembiayaan elektronik dan furnitur hingga Rp30 juta dengan tenor fleksibel.

Jakarta – YesssCredit, perusahaan pembiayaan digital fokus dalam memperluas inklusi pembiayaan digital yang aman, khususnya di kota-kota kecil dan berkembang.

Demikian dikatakan Direktur Utama YesssCredit Welan Towai Palilingan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tak hanya ditopang oleh kota besar. 

“Kami yakin, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya ditopang oleh kota-kota besar, namun juga kota kecil dan berkembang. Karena itu, kami sudah hadir di 30 provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Kepulauan Maluku,” ujarnya, dikutip Rabu, 24 September 2025.

Ia menjelaskan, dalam menyalurkan pembiayaan, YesssCredit bekerja sama dengan nama-nama besar seperti Bank Jago dan Superbank sebagai lender. 

Baca juga : BSI Catat Outstanding Pembiayaan Rp293,24 Triliun di Kuartal II 2025, Ini Penopangnya

YesssCredit kemudian menyalurkan pembiayaan melalui kemitraan dengan lebih dari 4.000 toko di seluruh Indonesia dan kini telah melayani lebih dari 1,65 juta pengguna terdaftar. Sejak berdiri, YesssCredit telah menyalurkan lebih dari Rp788 miliar kredit ke masyarakat. 

“Kolaborasi strategis dengan bank serta jaringan mitra ritel yang luas memperkuat komitmen kami untuk menghadirkan akses pembiayaan yang aman, mudah, dan tepercaya bagi jutaan masyarakat Indonesia. Fokus kami saat ini ada pada pembiayaan produk-produk teknologi dan elektronik, yang banyak dipakai masyarakat untuk kebutuhan-kebutuhan produktif,” tegasnya.

Sebagai informasi, kota metropolitan di Indonesia memang masih menjadi pusat kekuatan ekonomi dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita tertinggi sebesar Rp158 juta, dibandingkan dengan kota tier-2 dan tier-3 yang hanya sebesar Rp73 juta. 

Namun, pertumbuhan PDB kota tier-2 dan tier-3 melampaui metropolitan dengan CAGR 6,6% (2018–2022), sementara metropolitan hanya mencatat CAGR 5,4 persen. 

Selain itu, terdapat sekitar 163 juta penduduk perkotaan, dengan 76 persen diantaranya berasal dari kota tier-2 dan tier-3. Hal ini menunjukkan adanya potensi besar yang belum tergarap di kota-kota kecil dan berkembang. (Twimbit Analysis, Empowering Indonesia 2024).

Baca juga : Pembiayaan Rumah Bank Mega Syariah Tumbuh 50 Persen Lebih di Agustus 2025

Michael Li Meng, Direktur YesssCredit, menekankan pentingnya teknologi sebagai penggerak utama dalam memperluas akses pembiayaan digital. 

“Kami memadukan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dengan pendekatan human-centered untuk membuat proses persetujuan lebih cepat dan lebih mudah,”katanya.

YesssCredit menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Installment Financing untuk pembelian barang bernilai besar, seperti elektronik dan furnitur, dengan limit hingga Rp30 juta dan tenor hingga 24 bulan. 

Sementara Sylvia Yulianti Sirait, Direktur YesssCredit menambahkan karakter produk ini dirancang agar konsumen tidak terbebani.

“Kami memastikan transparansi harga, tenor fleksibel, tanpa biaya tersembunyi atau lonjakan bunga mendadak. Pendekatan ini penting agar pembiayaan benar-benar menjadi instrumen yang membantu produktivitas, bukan menambah risiko,” ujarnya.

Kehadiran YesssCredit di kota-kota berkembang diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga menjawab tantangan kesenjangan akses kredit yang selama ini membatasi potensi ekonomi masyarakat di luar kota besar. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Purbaya Beberkan Penerimaan Pajak Januari 2026 Capai Rp116,2 T, Tumbuh 30,8 Persen

Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More

6 mins ago

Andy Arslan Djunaid Mundur dari Kursi Komut JMA Syariah, Ada Apa?

Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More

27 mins ago

Bank Mandiri Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,07 Persen di 2025

Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More

34 mins ago

Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025

Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More

53 mins ago

Purbaya Bersyukur per Januari 2026 Pendapatan Negara Rp172,7 Triliun, Ini Penopangnya

Poin Penting Penerimaan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen yoy… Read More

1 hour ago

Pemerintah dan DPR Sepakat Bentuk Panja Revisi UU P2SK

Poin Penting Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat membentuk panja untuk membahas revisi UU… Read More

2 hours ago