News Update

Yelooo Integra Resmi Tercatat di Bursa

Jakarta – PT Yelooo Integra Datanet Tbk. (Passpod) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini dengan kode emiten YELO.

Dengan pencatatan perdana saham ini, YELO menjadi emiten ke 46 pada tahun 2018, sekaligus startup binaan IDX Incubator pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia.

IDX Incubator sendiri merupakan program inkubasi startup yang digagas Bursa Efek
Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. IDX Incubator memiliki visi untuk membantu mengembangkan startup di Indonesia baik dari segi bisnis, legal, pendanaan hingga membantu mereka melenggang ke lantai bursa saham. Passpod merupakan salah satu startup yang mengikuti program tersebut sejak Februari 2018.

CEO Passpod Hiro Whardana berharap langkah ini bisa menginspirasi startup
lainnya untuk terus melihat berbagai opsi pendanaan untuk perusahaan.

“Sebagaimana motivasi yang kami dapat selama proses inkubasi di IDX Incubator,
jangan menunggu tumbuh besar untuk IPO, justru dengan IPO startup akan tumbuh,” ujar Hiro, di BEI, Senin, 29 Oktober 2018.

Pencatatan perdana saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk ini sendiri disambut baik oleh masyarakat, dimana sesuai hasil laporan hasil penawaran umum perdana saham yang telah dilakukan pada tanggal 18 – 22 Oktober 2018 lalu, permintaan saham Passpod mengalami oversubscribed lebih dari 10.27 kali.

Passpod menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan PT Jasa Utama Capital dan PT Erdikha Elit Sekuritas sebagai penjamin emisi efek.

Adapun jumlah saham baru yang dilepaskan Passpod yaitu 130.000.000 lembar
saham, atau sebesar 34.21% dari modal ditempatkan. Dana IPO sendiri akan
digunakan untuk pengembangan bisnis, research & development aplikasi termasuk
penambahan beragam fitur serta modal kerja.

Sekedar informasi, Passpod adalah perusahaan jasa penyewaan modem wifi dan travel assistance bagi traveller Indonesia yang bepergian ke luar negeri.

Passpod memiliki tiga segmen
usaha yaitu bidang travel services, AI & big data, dan global connectivity. Hingga April 2018, Passpod mampu mengantongi laba bersih periode berjalan sebesar Rp475 juta.

Jumlah tersebut meningkat drastis dari capaian periode yang sama
tahun sebelumnya yang hanya menyentuh angka Rp 26,5 juta. Hiro mengatakan bahwa kinerja dan pencapaian ini tidak terlepas dari segmen usaha yang diyakini Perusahaan dapat memberikan berbagai solusi inovatif serta relevan sesuai tren bepergian saat ini.

“Jumlah outbound traveller Indonesia akan terus berkembang diprediksi mencapai jumlah 10,6 juta orang di tahun 2021. Dengan memaksimalkan potensi big data, bisnis Passpod bisa memberi layanan maksimal serta berbagai rekomendasi kepada traveler Indonesia tidak hanya saat persiapan tetapi juga selama perjalanan.Beberapa diantaranya yaitu penjualan tiket destinasi wisata on-the-spot, itinerary builder, e-commerce, asuransi perjalanan danberbagai hal lainnya,” jelasnya. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

10 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

10 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

10 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

11 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

14 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

17 hours ago