XL; Cari pendanaan. (Foto: Istimewa)
Jakarta–PT XL Axiata Tbk (EXCL) akan menerbitan Sukuk Ijarah terbesar di Indonesia melalui program Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah Korporasi sebesar Rp5 triliun. Nilai awal yang akan diterbitkan mencapai Rp1,5 triliun.
Direktur Keuangan XL Axiata Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin mengatakan, penerbitan Sukuk Ijarah ini merupakan bagian dari wujud tindakan proaktif XL dalam melaksanakan Balance Sheet Management untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan.
“Kami berharap penerbitan Sukuk Ijarah ini dapat menjadi katalis pertumbuhan pasar Sukuk di Indonesia serta dapat menarik lebih banyak issuer dan investor untuk berpartisipasi dalam platform syariah,” kata Adlan di acara due diligence meeting & public expose Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah I XL Axiata Tahap I Tahun 2015 di Hotel JW Marriot, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2015.
Sukuk Ijarah ini memiliki empat seri. Seri A memiliki jangka waktu 370 hari dengan kupon 8,25-9,15% per tahun. Seri B, jangka waktu 3 tahun dengan kupon 9,25-10,25% per tahun. Seri C jangka waktu 5 tahun dengan kupon 9,8-10,8% per tahun. Terakhir seri D yang jangka waktunya 7 tahun dengan kupon 10-11,15% per tahun.
“Penawaran ini turut mendukung program pemerintah dalam mengembangkan sektor keuangan syariah di Indonesia yang merupakan penerbit sukuk negara terbesar di dunia,” jelas dia.
Tenor dari Sukuk Ijarah, kata dia, mulai ditawarkan dari 370 hari kalender, tiga tahun, lima tahun, dan tujuh tahun. Sukuk Ijarah ini memperoleh hasil pemeringkatan AAA (idn) dari Fitch Ratings Indonesia.
Dana yang diperoleh dari hasil aksi korporasi ini, dia menyebutkan, setelah dikurangi biaya emisi akan dipergunakan seluruhnya oleh perseroan untuk mendanai kebutuhan modal kerja dalam rangka menunjang kegiatan usaha perseroan.
Untuk merealisasikan langkah ini, XL sudah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Securities sebagai penjamin pelaksana emisi sukuk ijarah.
“Masa penawaran awal (book building) sukuk ijarahh ini akan dilakukan pada 29 Oktober 2015 sampai 12 November 2015,” tutupnya. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More
Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More
Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More
Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More
Poin Penting Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy,… Read More