XL; Operator selular. (Foto: Istimewa)
Jakarta–PT XL Axiata Tbk (XL) menyatakan kesiapannya untuk ikut dalam tender paket timur dari proyek Palapa Ring. Proyek ini akan menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua Barat dan Papua.
“Palapari kita ikut lagi. Kita lihat sampai sekarang masih dalam perhitungan,” kata Direktur Utama XL Axiata, Dian Siswarini, saat ditemui di kantornya, Senin, 7 Maret 2016.
Dian menyebutkan, untuk paket timur proyek Palapa Ring yang memiliki total panjang serat kabel optik sekitar 6.300 kilometer dan akan menjangkau 35 kabupaten/kota dengan perkiraan nilai proyek mencapai USD143,18 juta ini masih akan dengan partner yang sama dengan sebelumnya yakni, PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT), Alita dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) sendiri.
“Partner sama kaya yang kemarin. Tapi hingga saat ini masih dihitung, karena kita ingin win win lah,” tambahnya.
Seperti diketahui proyek nasional Palapa Ring jilid II ini diketahui dilakukan tender ulang, karena pesertanya digugurkan. Informasi tersebut disampaikan oleh Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI), Kementerian Kominfo, Kalamullah Ramli.
Sementara itu, peserta yang mengikuti tender Palapa Ring paket timur ini diikuti oleh PT iForte Solusi Infotek, Konsorsium PT Matra Mandiri Prima-PT Hitachi High Technologies Indonesia-PT Partibandar Utama, Konsorsium Super Sistem Ultima-Huawei, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) yang membentuk konsorsium bersama PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan Alita. (*) Dwitya Putra
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More