XL Kantongi Izin Rights Issue dari OJK

Jakarta–PT XL Axiata Tbk (XL)  mengumumkan telah menerima Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk Penawaran Umum Terbatasnya (PUT) atau rights issue.

Dalam aksi korporasi ini Credit Suisse (Singapore) Limited dan PT Mandiri Sekuritas, akan bertindak sebagai pembeli siaga, serta akan mengambil bagian setiap saham yang tidak diambil bagian dalam Penawaran Umum Terbatas.

“PUT ini menempatkan strategi manajemen neraca XL Axiata pada jalur yang tepat sebagaimana direncanakan untuk melakukan pelunasan penuh atas pinjaman pemegang saham senilai USD500 juta,” Kata Chief Financial Officer XL Axiata, Mohamed Adlan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin 9 Mei 2016.

Dengan rights issue ini setiap pemegang 100 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 18 Mei 2016 pukul 16.00 WIB (“Tanggal Pencatatan”) berhak mendapatkan 25 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”).

Setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan Rp3.150per saham, atau memperdagangkan HMETD, baik melalui BEI atau di luar BEI sesuai POJK No,32/2015 selama periode dari tanggal 20 Mei 2016 sampai dengan 26 Mei 2016.

Harga Pelaksanaan HMETD sebesar Rp3.150 per saham mencerminkan 14,8% diskon terhadap (Harga Rata-Rata Volume Tertimbang 1 Bulan) sebesar Rp3.697, serta 17,8% diskon terhadap Harga Rata-Rata Volume Tertimbang 1 Bulan sebesar Rp3.834, pada tanggal penetapan harga, yaitu tanggal 28 April 2016.

Dana bersih yang diperoleh dari Penawaran Umum Terbatas ini akan digunakan untuk melaksanakan pembayaran kembali atas seluruh utang pemegang saham senilai USD500 juta yang diberikan Axiata Group Berhad.

Inisiatif strategis tersebut sejalan dengan strategi manajemen neraca Perseroan, yang berupaya memperkuat posisi keuangan Perseroan dan meminimalkan eksposur risiko valuta asing Perseroan.

Setelah dilaksanakannya Penawaran Umum Terbatas dan pembayaran kembali atas seluruh utang pemegang saham senilai USD500 juta, seluruh sisa utang Perseroan dalam denominasi dolar AS dan telah dilakukan lindung nilai terhadap fluktuasi nilai tukar sampai dengan tanggal jatuh tempo.

Pelunasan utang tersebut akan mengurangi rasio utang terhadap ekuitas perseroan dari 1,8x pada tanggal 31 Maret 2016 menjadi 0,9x berdasarkan laporan proforma setelah Penawaran Umum Terbatas.

Sebagai bentuk komitmen yang berkesinambungan, Axiata Group Berhad, yang pada saat ini menguasai sekitar 66,4% kepemilikan dalam XL, berjanji untuk melaksanakan seluruh haknya untuk mengambil bagian secara penuh sesuai porsi bagian kepemilikan sahamnya (secara proporsional)  dalam Penawaran Umum Terbatas ini.

Atas sisa Saham HMETD yang tidak diambil bagian oleh pemegang HMETD porsi publik, akan dialokasikan kepada Pemegang HMETD publik lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya. (*) Dwitya Putra

 

Editor: Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

Ironi di Balik Kursi Terdakwa Kasus Sritex, Ketika Integritas Bankir Diadili Secara “Serampangan”

Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More

3 hours ago

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

4 hours ago

Pasar Modal Diminta Berbenah, Airlangga Beberkan Instruksi Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More

8 hours ago

OJK Siapkan Langkah Sistemik Dorong Kredit UMKM

Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More

8 hours ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

8 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

8 hours ago