Jakarta – PT SGMW Multifinance Indonesia (Wuling Finance) resmi memulai kiprahnya di industri pembiayaan di Indonesia. Perusahaan ini menerapkan konsep tanpa kantor cabang (branchless). Sokongan teknologi dan mobile aplikasi membuat semua kegiatan dapat dikontrol dari kantor pusat.
Pada tahap awal Wuling Finance telah membangun 75 sales point untuk mendukung penjualan diler Wuling di Indonesia. Kebanyakan sales point berlokasi di Pulau Jawa. Ke depan, Wuling Finance akan mengembangkan jaringan ke wilayah Sumatra hingga ke Indonesia bagian timur.
Dengan dukungan teknologi mobile, semua data-data aplikasi pelanggan bisa masuk secara real time. Keputusan pemberian kredit pun bisa dilakukan lebih cepat. Dari sisi operasional, konsep ini membuat Wuling Finance bisa lebih efisien.
“Kami berharap dengan usaha ini, kami dapat memberikan pengalaman pelayanan lebih baik dan lebih cepat kepada pelanggan,” terang Presiden Direktur Wuling Finance, Nathan Sun di Jakarta, Kamis,9 Mei 2019.
Mengenai target pembiayaan, Nathan mengaku pihaknya belum memasang target tertentu untuk tahun ini. Wuling Finance akan fokus pada pengembangan sistem dan sumberdaya untuk membangun pondasi yang kuat.
Adapun ruang lingkup bisnis Wuling Finance mencakup pemberian pinjaman kepada diler mobil untuk tujuan pembelian mobil atau fasilitas untuk operasi, serta menyediakan pembiayaan ritel untuk pembelian mobil oleh konsumen dari diler.
Perusahaan ini merupakan hasil kerjasama empat pemegang saham utama, yakni SAIC Motor HK Investment Limited, General Motors Financial Company Inc, Wuling Motors dan PT Sinarmas Multiartha, Tbk. (Ari A)
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More