Pertumbuhan WSBP di Tengah Besarnya Kebutuhan Infrastruktur
Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melakukan periode penawaran
awal Obligasi Berkelanjutan I Tahap I sebanyak-banyaknya sebesar Rp500 miliar dengan tenor 3 tahun. Ini merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan I dengan nilai sebesar Rp2 triliun.
Adapun masa penawaran awal (bookbuilding) obligasi ini dilakukan pada 29 Mei – 18 Juni 2019 dan masa penawaran umum pada 1 – 2 Juli 2019.
Penerbitan obligasi ini menjadi
alternatif pendanaan lain dari perbankan yang selama ini digunakan oleh perusahaan.
“Selain itu penerbitan dilakukan sesuai
dengan kebutuhan investasi jangka menengah-panjang perusahaan dan memiliki jatuh tempo yang lebih panjang,” Kata Direktur Utama WSBP, Jarot Subana, di Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019.
Berdasarkan Fitch Rating, tercatat obligasi yang diterbitkan oleh WSBP mendapat peringkat BBB+ atau termasuk ke dalam Investment Grade.
Ini menunjukkan bahwa adalah WSBP
dianggap memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi utangnya, sehingga investor dapat berinvestasi dengan aman. Selain itu, jaminan obligasi WSBP berbentuk tanpa jaminan khusus (clean basis).
Rencananya hasil penerbitan obligasi ini nantinya akan digunakan untuk modal kerja perusahaaan sebesar 40% untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek eksisting dan sebesar 60% untuk investasi
pembangunan pabrik salah satunya yang akan dibangun di daerah Kalimantan.
Adapun Obligasi Berkelanjutan tahap selanjutnya yaitu senilai Rp1,5 triliun akan dilakukan paling cepat pada triwulan III/2019.
Sebagai informasi, penerbitan obligasi berkelanjutan ini dapat terlaksana juga karena kerja sama dari para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, antara lain PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas,
PT Danareksa Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritss Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. (*)
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran Kabinet Merah Putih untuk melakukan langkah strategis dalam… Read More
Jakarta - Tarif baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) diyakini akan mengubah perdagangan global… Read More
Jakarta - Pemberlakuan tarif impor baru Amerika Serikat (AS) berpotensi memberikan tekanan besar terhadap pasar… Read More
Washington - Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS), Scott Bessent menyarankan negara-negara yang terdampak tarif… Read More
Jakarta - Guru Besar Bidang Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB), Didin S. Damanhuri membeberkan sejumlah… Read More
Jakarta – Presiden Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal hingga 54 persen terhadap lebih dari 60 negara mitra… Read More