News Update

Wow! Garuda Dapat Suntikan Rp23,67 T dari Danantara, Setara 27,6% Dividen BUMN 2024

 Poin Penting

  • Garuda Indonesia akan melakukan private placement senilai Rp23,67 triliun, seluruhnya diserap oleh PT Danantara Asset Management (Persero).
  • Dana tersebut setara 27,6% dari total dividen BUMN tahun 2024 dan akan dibahas dalam RUPSLB pada 12 November 2025.
  • Sekitar 63% dana dialokasikan untuk Citilink, dan 37% untuk operasional Garuda, termasuk perawatan dan perbaikan armada.

Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tengah menyiapkan langkah besar dalam memperkuat struktur keuangannya. Maskapai pelat merah ini berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp23,67 triliun, yang seluruhnya akan diserap oleh PT Danantara Asset Management (Persero).

Berdasarkan keterbukaan informasi, GIAA akan menerbitkan 315,61 miliar saham Seri D dengan nilai nominal Rp75 per saham. 

Adapun perseroan bakal meminta restu sehubungan dengan rencana ini melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pada 12 November 2025.

Baca juga: Punya Dirut Baru, Begini Gerak Saham Garuda Indonesia (GIAA)

Diketahui, dari total dana Rp23,67 triliun, sebesar Rp17,02 triliun akan berasal dari setoran modal tunai, sementara Rp6,65 triliun sisanya merupakan konversi pinjaman pemegang saham (shareholder loan) dari Danantara.

Menurut data Biro Riset Infobank, jumlah modal yang disetorkan oleh Danantara sebesar Rp23,67 triliun itu sekitar 27,6 persen dari hasil dividen seluruh BUMN tahun 2024 yang sebesar Rp85,8 triliun.

Rencananya, seluruh dana tersebut akan dipergunakan untuk memperbaiki struktur keuangan dan mendukung operasional Garuda dan anak usahanya, Citilink Indonesia.

Baca juga: Garuda Indonesia Torehkan Kinerja Haji Terbaik 3 Tahun, OTP 96,2 Persen

Rinciannya, sekitar 63 persen akan dialokasikan untuk peningkatan modal kepada anak usaha Citilink dan 37 persen dana akan digunakan untuk modal kerja dan operasional Garuda, termasuk pembayaran biaya perawatan dan perbaikan armada pesawat. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Laba Astra Otoparts (AUTO) Tembus Rp2,20 Triliun di 2025, Cetak Rekor Baru

Poin Penting Astra Otoparts (AUTO) membukukan laba bersih Rp2,20 triliun pada 2025, meningkat dari Rp2,03… Read More

3 mins ago

Kemenkeu: Program MBG Serap Anggaran Rp36,6 Triliun hingga 21 Februari

Poin Penting Program MBG telah menyerap Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026, setara 10,9% dari… Read More

16 mins ago

Respons BSI soal Perpanjangan Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun

Poin Penting Pemerintah perpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas… Read More

33 mins ago

Harga Emas Antam Cs Naik Serentak, Ini Rincian Lengkapnya

Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.835 per Dolar AS, Dipicu Sentimen Global

Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More

2 hours ago

Bank INA Optimistis Kredit Tumbuh 15–20 Persen di 2026, Lampaui Target OJK

Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More

3 hours ago