Ilustrasi: Maskapai Garuda Indonesia/istimewa
Poin Penting
Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tengah menyiapkan langkah besar dalam memperkuat struktur keuangannya. Maskapai pelat merah ini berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp23,67 triliun, yang seluruhnya akan diserap oleh PT Danantara Asset Management (Persero).
Berdasarkan keterbukaan informasi, GIAA akan menerbitkan 315,61 miliar saham Seri D dengan nilai nominal Rp75 per saham.
Adapun perseroan bakal meminta restu sehubungan dengan rencana ini melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pada 12 November 2025.
Baca juga: Punya Dirut Baru, Begini Gerak Saham Garuda Indonesia (GIAA)
Diketahui, dari total dana Rp23,67 triliun, sebesar Rp17,02 triliun akan berasal dari setoran modal tunai, sementara Rp6,65 triliun sisanya merupakan konversi pinjaman pemegang saham (shareholder loan) dari Danantara.
Menurut data Biro Riset Infobank, jumlah modal yang disetorkan oleh Danantara sebesar Rp23,67 triliun itu sekitar 27,6 persen dari hasil dividen seluruh BUMN tahun 2024 yang sebesar Rp85,8 triliun.
Rencananya, seluruh dana tersebut akan dipergunakan untuk memperbaiki struktur keuangan dan mendukung operasional Garuda dan anak usahanya, Citilink Indonesia.
Baca juga: Garuda Indonesia Torehkan Kinerja Haji Terbaik 3 Tahun, OTP 96,2 Persen
Rinciannya, sekitar 63 persen akan dialokasikan untuk peningkatan modal kepada anak usaha Citilink dan 37 persen dana akan digunakan untuk modal kerja dan operasional Garuda, termasuk pembayaran biaya perawatan dan perbaikan armada pesawat. (*)
Editor: Yulian Saputra
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More