Market Update

World Gold Council: Pelemahan Dolar AS Berpotensi Dongkrak Harga Emas

Poin Penting

  • World Gold Council memproyeksikan harga emas mendapat dukungan dari tren pelemahan dolar AS dan meningkatnya diversifikasi cadangan bank sentral ke emas.
  • Harga emas tercatat naik sekitar 5 persen pada Februari 2026, didorong aksi buy on dip, pelemahan dolar AS, serta turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.
  • Meski prospeknya positif, minat investor terhadap emas berpotensi berkurang jika arus modal global beralih ke pasar saham di Eropa, Jepang, dan kawasan lain yang ekonominya menguat.

Jakarta – World Gold Council memproyeksikan harga emas masih berpotensi mendapat dukungan dalam jangka menengah seiring tren pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan berlanjut.

Dalam riset yang dirilis pada 6 Maret 2026, manajemen World Gold Council menyebut pelemahan dolar AS serta langkah diversifikasi cadangan oleh bank sentral ke aset emas menjadi faktor utama yang menopang prospek harga logam mulia tersebut.

“Berlanjutnya diversifikasi bank sentral ke aset emas juga turut memberikan dukungan tambahan bagi harga,” tulis World Gold Council dalam risetnya.

World Gold Council menilai penguatan dolar AS yang sempat terjadi akibat meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah kemungkinan hanya bersifat sementara.

Baca juga: Pegadaian Jamin Emas Digital Didukung Fisik, Siapkan Ekspansi ATM Emas

Dalam jangka menengah, tren pelemahan dolar diperkirakan kembali berlanjut dan menjadi katalis bagi penguatan harga emas.

Pelemahan dolar tersebut antara lain dipengaruhi oleh valuasi pasar saham AS dan dolar yang dinilai masih relatif mahal.

Di sisi lain, pasar di kawasan Eropa dan Jepang dinilai mulai menawarkan alternatif investasi yang lebih menarik bagi investor global.

Adapun harga emas tercatat naik sekitar 5 persen sepanjang Februari 2026. Kenaikan ini didorong oleh aksi buy on dip, pelemahan dolar AS, serta turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Meski demikian, World Gold Council mengingatkan masih terdapat sejumlah risiko yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas.

Salah satunya adalah potensi berkurangnya minat investor jika arus modal global mulai mengalir lebih kuat ke pasar saham di Eropa, Jepang, maupun kawasan lain yang mencatat pertumbuhan ekonomi dan kinerja pasar domestik yang solid. (*)

Baca juga: BSI Pastikan Stok Emas Aman di Tengah Lonjakan Harga

Update Harga Emas

Adapun, untuk harga emas Galeri24 dan UBS yang diperdagangkan di Pegadaian pada Jumat, 6 Maret 2026, kompak naik dibandingkan kemarin.

Rinciannya, harga jual emas Galeri24 naik tipis sebesar Rp5.000 ke level Rp3.080.000 per gram, dari semula Rp3.075.000 per gram.

Hal yang sama juga terjadi untuk harga emas UBS naik Rp5.000, dari harga sebelumnya Rp3.091.000 per gram menjadi Rp3.096.000 per gram.

Sedangkan, harga emas Antam berdasarkan laman Logam Mulia anjlok ke level Rp3.024.000 per gram, dari harga sebelumnya Rp3.049.000 per gram. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Airlangga Ungkap Nasabah Bullion Bank Tembus 5,7 Juta

Poin Penting Nasabah layanan bulion di Indonesia meningkat dari 3,2 juta menjadi 5,7 juta dalam… Read More

5 mins ago

BNI Gelar Safari Ramadan 2026 di Lebih dari 10 Kota

Poin Penting Bank Negara Indonesia (BNI) menggelar Safari Ramadan 2026 di lebih dari 10 kota… Read More

27 mins ago

Top! Laba BRI Melejit 85,40 Persen pada Januari 2026

Poin Penting Laba bersih BRI (bank only) Januari 2026 mencapai Rp3,72 triliun, melonjak 85,40 persen… Read More

35 mins ago

Bank Raya Raih Indonesia Popular Digital Product Awards 2026, Perkuat Posisi Bank Digital Pilihan Nasabah

Poin Penting Bank Raya meraih Indonesia Popular Digital Product Awards 2026 dalam ajang Digital Day… Read More

43 mins ago

Tan Teck Long Efektif Jabat Komisaris Bank OCBC NISP

Poin Penting Tan Teck Long resmi menjabat Komisaris Non Independen PT Bank OCBC NISP Tbk… Read More

51 mins ago

Bahlil Kebut Konversi Motor Listrik, Target 6 Juta Unit per Tahun

Poin Penting Bahlil Lahadalia menargetkan konversi motor listrik bisa meningkat hingga 4–6 juta unit per… Read More

1 hour ago