Bankir Senior, Krisna Wijaya
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI)
DALAM setiap bahasan terkait dengan inovasi informasi dan teknologi (information technology/ IT), selalu diceritakan semacam perjalanan era industri yang dimulai dengan Industri 1.0 sampai dengan Industri 4.0. Era industrialisasi diawali ketika ditemukan ketel uap oleh Thomas Safari pada 1650. Kehadiran ketel uap memberikan manfaat untuk menggerakkan turbin, pemanasan, sanitasi, pengeringan, dan dalam proses industri lainnya. Tentu lebih banyak manfaatnya jika dibandingkan dengan tanpa menggunakan ketel uap.
Era Industri 2.0 dilatarbelakangi temuan listrik oleh Michael Faraday pada 1934, lalu disusul dengan kehadiran komputer oleh Jack Kilby pada 1946, yang kemudian dikenal sebagai awal Industri 3.0. Kehadiran komputer tentunya banyak memberikan manfaat, antara lain automasi dan elektronisasi seluruh proses pro duksi untuk meningkatkan akurasi dan kualitas. Komputer juga mampu mempercepat proses, komunikasi, sehingga pekerjaan makin efektif dan cepat.
Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More
Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More
Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More
Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More
Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More
Poin Penting BI mengimbau penurunan suku bunga kredit, direspons PT Bank Central Asia Tbk (BCA)… Read More