News Update

Work From Home, Buat Transaksi Digital Bank Naik 20%

Jakarta – Imbauan Pemerintah agar melakukan aktifitas di dalam rumah akibat wabah virus corona (Covid-19) membuat masyarakat enggan keluar rumah untuk melakukan transaksi perbankan.

Alhasil, beberapa transaksi digital perbankan yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mengalami kenaikan setelah pemberlakuan sistem kerja di rumah atau Work From Home (WFM).

Direktur Konsumer Bank BRI Handayani mengatakan, transaksi digital banking bank BRI bahkan lebih tinggi 20% bila dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

“Terdapat tren kenaikan transaksi digital, diperkirakan sampai akhir maret ini untuk transaksi internet banking meningkatkan lebih dari 20%,” kata Handayani di Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.

Sementara itu, Handayani menyebutkan bahwa transaksi digital yang diperuntukan melalui market place online juga tercatat meningkat 15%. Dirinya berharap dengan transaksi digital masyarakat dapat terhindar dari wabah virus corona.

Tak hanya itu, Direktur Operation, IT & Digital Banking BTN Andi Nirwoto juga menyampaikan hal yang sama. Transaksi digital untuk bank dengan keahlian khusus KPR ini juga terlihat meningkat.

“Kalau untuk e-channel, khususnya Mobile Banking, transaksinya dari Januari 2020 sampai dengan saat ini naik sekitar 20% hingga 30%,” kata Andi.

Menurutnya, kenaikan transaksi tersebut juga didorong oleh pembayaran gaji karyawan di akhir bulan.

Sebagai informasi saja, Bank Indonesia (BI) sendiri mencatat Posisi Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) per Februari 2020 masih tumbuh 5,44% (yoy), sementara transaksi nontunai menggunakan ATM, Kartu Debit, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik (UE) posisi Februari 2020 turun 1,02% (yoy).

Sementara tansaksi UE tetap tumbuh cepat, mencapai 145,47% (yoy), mengindikasikan tingginya preferensi masyarakat terhadap pembayaran digital. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

1 hour ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

7 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

7 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

7 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

7 hours ago