Ekonomi dan Bisnis

Wordsmith Group Ajak Perusahaan Aware ESG

Jakarta – Perkembangan isu Environmental, Social, and Governance (ESG) kini telah menarik perhatian banyak pihak dan telah menjadi salah satu agenda penting bagi banyak perusahaan dalam menjalan bisnisnya. Perusahaan pun dituntut tak hanya sekadar mengejar profit, tapi juga harus aware terhadap isu lingkungan.

Berangkat dari hal tersebut, ESG Club sebuah inisiatif Wordsmith Group pun mengajak sejumlah perusahaan, start-up, dan bisnis lainnya, lebih aware terhadap isu ESG lewat talk show Wordsmith Group’s ESG Club bertemakan Creating Social Impact throught ESG di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 8 Maret 2023.

“Ini menjadi kick off ESG Club untuk menjadi platform mengajak perusahaan atau institusi agar saling lebih aware tehadap ESG,” ungkap Iskandar Julkarnaen, General Manager Wordsmith Group di lokasi acara.

Menurutnya, ESG sifatnya urgensi untuk diterapkan perusahaan atau intansi lainnya. Pasalnya, konsep ESG memberikan banyak dampak positif bagi perusahaan. Di mana mereka bisa menyeimbangkan praktik-praktik 3P yang menyangkut People, Planet, dan Profit.  

“Di sini (talk show) peserta dari perwakilan pengusaha, perusahaan, dan lainnya, bisa mengetahui strategi ESG dari para pemimpin dari berbagai industri,” jelas Iskandar.

Adapun narasumber kick off Wordsmith Group’s ESG Club kali ini merupakan sejumlah pemimpin industri ternama di Tanah Air. Pertama, ada Nunik Maharani, Director of Sutainability and Corporate Communications ANJ Groups.

Kemudian ada COO & Founder Tinkerlust & Stellar Woman Aliya Amitra Tjakraamidjaja dan CEO Great Giant Foods Tommy Wattimena.

Iskandar mengaku, antusias peserta dalam mengikuti talkshow kali ini pun sangat tinggi. Mereka datang dari berbagai kalangan. Mulai dari perusahaan, start-up, BUMN, DPR, dan lainnya.

“Yang daftar ada 100 lebih, tapi yang bisa kita tampung sekitar 60 peserta. Ini menandakan bahwa isu ESG semakin urgent,” kata Iskandar.

Ke depan, Iskandar mengaku pihaknya akan menggelar kembali ESG Club dengan mengangkat tema yang berbeda.

“ESG itu sangat luas kaitannya, terkait perubahan iklim, investment, dan lainnya. Makanya, untuk event berikutnya kita akan tanyakan kepada peserta tema apa yang mau diangkat,” tutupnya.(*)

Galih Pratama

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

7 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

7 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

8 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

9 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

9 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

10 hours ago