News Update

Women Leader dan Harapan Ladies Bankers Kepada OJK

Poin Penting

  • Friderica Widyasari Dewi (Kiki) resmi menjadi Ketua OJK periode 2026–2031, didampingi empat komisioner baru hasil penetapan DPR.
  • Penunjukan Kiki sebagai perempuan pertama memimpin OJK menjadi simbol kemajuan peran perempuan, dengan latar belakang kuat dari industri keuangan.
  • Pelaku industri menaruh harapan besar pada independensi, integritas, dan kolaborasi OJK untuk menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan sektor keuangan nasional.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki ketua baru: Friderica Widyasari Dewi. Wanita yang akrab disapa Kiki ini ditetapkan oleh Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 12 Maret 2026 bersama empat anggota dewan komisioner (ADK) OJK lain.

Mereka adalah Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua, Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Dicky Kartikoyono sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, serta Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto. Mereka akan menjabat komisioner untuk periode lima tahun ke depan, atau berubah dari awalnya hanya pergantian antar waktu. 

Tampilnya seorang wanita sebagai orang nomor satu di otoritas keuangan tentu menjadi kebanggaan kaum wanita di sektor jasa keuangan. Berbeda dengan tiga ketua OJK sebelumnya yang berasal dari regulator dan teknokrat, Kiki berasal dari industri.

Baca juga: Resmi Dilantik, Ini Harapan Regulator dan Bankir untuk Pimpinan Baru OJK

“Kami bangga dengan terpilihnya Ibu Friderica Widyasari Dewi menjadi Ketua OJK yang baru, perempuan pertama di posisi tersebut. Dan kami mendoakan agar OJK di bawah kepemimpinan Beliau bisa membawa sinergi dunia perbankan dan real sector bahkan lebih baik lagi untuk Indonesia,” ujar Lani Darmawan, Direktur Utama Bank CIMB Niaga kepada Infobank medio Maret lalu.

“Terpilihnya Ibu Kiki sebagai Ketua OJK menjadi bukti bahwa setiap wanita memiliki kemampuan untuk dapat berkontribusi secara optimal di industri keuangan dan memiliki kredibilitas yang tidak terbantahkan sebagai pucuk pimpinan di lembaga regulator, bahkan di saat menangani situasi krisis,” ujar Eka Fitria, Direktur Human Capital Bank Mandiri kepada Infobank medio Maret lalu.

“Terpilihnya seorang perempuan untuk memimpin lembaga penting seperti OJK merupakan hal yang sangat membanggakan. Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas, kompetensi, dan kepemimpinan perempuan semakin diakui dan dipercaya untuk memegang tanggung jawab strategis dalam menjaga stabilitas dan masa depan industri keuangan nasional,” ujar Lisawati, Wakil Komisaris Utama Bank Ganesha kepada Infobank medio Maret lalu.

“Beliau adalah perempuan pertama yang memimpin OJK dan bagi saya mencerminkan semangat Kartini masa kini, pemimpin yang kompeten, berintegritas, dan dihormati oleh industri. Namun yang paling penting, Ibu Kiki dikenal sebagai sosok yang sangat kompeten dengan rekam jejak yang kuat dan sangat memahami dinamika industri keuangan,” ujar Michellina Triwardhany, Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia kepada Infobank medio Maret lalu.

Selain kebanggaan, juga ada harapan. Para pelaku di industri keuangan Indonesia menaruh harapan besar terutama agar OJK tetap menjadi lembaga independensi sesuai tujuan awal pendirian.

“Kami juga berharap OJK di bawah kepemimpinan beliau tetap teguh menjaga independensi lembaga, menjunjung tinggi integritas, serta menjalankan fungsi pengawasan secara objektif dan profesional, sehingga OJK dapat terus berdiri di atas kepentingan yang lebih luas tanpa terpengaruh oleh tekanan kekuatan tertentu maupun kepentingan kelompok mana pun,” ujar Lisawati.

“Saya yakin di bawah kepemimpinan Ibu Kiki, OJK akan terus menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus mendorong industri untuk tumbuh secara sehat, inovatif, dan berkelanjutan. Kolaborasi yang kuat antara regulator dan pelaku industri akan menjadi kunci agar sektor keuangan Indonesia semakin tangguh,” ujar Triwardhany.

Baca juga: Jika NPL Itu Tindak Pidana, Tutup Saja Banknya, Pak Presiden

“Diharapkan menjadi lembaga regulator yang dapat meningkatkan kepercayaan stakeholders dalam dan luar negeri serta memberikan stimulasi maupun penjagaan yang efektif terhadap para pelaku industri keuangan di Indonesia guna mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik bagi Indonesia,” harap Eka Fitria.

Lalu bagaimana masa depan independensi OJK di tangan kepemimpinan Friderica Widyasari Dewi di tengah munculnya gejala otorianisme pemerintahan Prabowo Subianto yang bisa tergoda untuk memanfaatkan sektor keuangan untuk kepentingan politik? Bagaimana OJK sebagai otoritas keuangan yang independen memastikan stabilitas sistem keuangan terjaga di tengah ancaman krisis energi akibat konflik di Timur Tengah? Simak daftar dan profil Wanita-Wanita Hebat di Majalah Infobank Nomor 576 April 2026! (KM)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Inflasi Maret 2026 Diperkirakan Melandai di Level 0,62 Persen

Poin Penting Inflasi Maret 2026 diperkirakan melandai ke 0,62 persen (mom), turun dari 0,68 persen… Read More

12 mins ago

Pemerintah: Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi Tidak Naik

Poin Penting Pemerintah memastikan harga BBM subsidi dan non subsidi tidak mengalami kenaikan. Ketersediaan BBM… Read More

54 mins ago

RI-Jepang Perkuat Investasi, Kadin Target Lepas dari Middle Income Trap

Poin Penting Kadin mendorong Indonesia keluar dari middle income trap melalui penguatan investasi dan inovasi,… Read More

1 hour ago

Bank BJB Salurkan Rp700 Miliar untuk Bedah 35.000 Rumah di Jabar

Poin Penting Bank BJB menyalurkan dana BSPS sekitar Rp700 miliar pada 2026 untuk memperbaiki 35.000… Read More

1 hour ago

Ramai Kasus Amsal Sitepu, Kemenekraf: Jangan Takut Ambil Proyek Pemerintah

Poin Penting Kasus Amsal Sitepu menjadi momentum evaluasi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola proyek di… Read More

2 hours ago

RI dan Jepang Sepakat Kerja Sama Rp392,7 Triliun, Dorong Kemitraan Strategis

Poin Penting RI dan Jepang menandatangani 10 MoU dengan nilai total USD23,1 miliar (Rp392,7 triliun).… Read More

2 hours ago