Ilustrasi: Transaksi QRIS. (Foto: isitmewa)
Poin Penting
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia paling banyak menjadi pengguna QRIS lintas negara di Indonesia. Transaksi yang menjadi favorit warga dari Negeri Jiran tersebut berada di Bandung dan Tanah Abang.
“Paling banyak di Bandung, mungkin Bandung atau naik Whoosh, kadang-kadang mereka naik Whoosh, karena kereta cepat di ASEAN baru kita kan ya. Itu cukup massif penggunaannya di Bandung atau di Tanah Abang,” ujar Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Himawan Kusprianto, dalam Pelatihan Wartawan di Bukittinggi, Sumatra Barat, dikutip, Minggu, 26 Oktober 2025.
Himawan mengatakan, Malaysia menjadi negara dengan transaksi inbound alias pembayaran oleh wisman di Indonesia menggunakan QRIS yang paling tinggi. Peningkatan tersebut seiring dengan semakin luasnya akseptasi transaksi lintas negara di berbagai kota wisata.
Baca juga: Transaksi QRIS BCA Tembus Rp267 Triliun hingga September 2025
“Kami (BI) juga sudah terus mendorong penggunaan transaksi cross-border. Sekarang yang paling gede Malaysia. Malaysia banyakkan inbound gitu ya, inbound tuh artinya orang Malaysia banyakkan belanja di kita,” ungkap Himawan.
Selain Malaysia, wisatawan asal Singapura juga mulai menggunakan QRIS, meski jumlahnya belum sebesar Malaysia. Menurutnya, keterbatasan merchant dan penerbit QR di Singapura menjadi kendala utama adopsi.
“Karena beberapa merchant atau penerbit di Singapura belum bisa pakai QR, jadi masih ada yang belum bisa menerima. Tapi perlahan-lahan perkembangannya meningkat,” jelasnya.
Himawan menyatakan, potensi transaksi QRIS lintas negara masih sangat besar ke depannya. Sebab, penggunaannya baru sekitar 10 persen dari total potensi pasar yang ada. Ruang pertumbuhan ini diharapkan semakin terbuka seiring meningkatnya mobilitas wisatawan antarnegara ASEAN.
“Kalau dilihat, potensinya cukup besar. Transaksi QRIS-nya itu baru mungkin 10 persen dari potensi transaksinya,” bebernya.
Baca juga: Airlangga: Pengguna QRIS Lintas Negara Kini Lampaui Kartu Kredit
BI terus mendorong peningkatan transaksi lintas negara melalui skema local currency transaction (LCT) atau pembayaran menggunakan mata uang lokal. Dengan begitu, mekanisme transaksi tidak perlu lagi melalui dolar AS sebagai perantara.
“Harapannya pakai local currency transaction, jadi settlement-nya gak perlu ke nilai dolar dulu, langsung bilateral. Memang relatif kecil, masih 500-an juta volume inbound, outbound-nya 130 juta, tapi mudah-mudahan terus tumbuh,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More